Polisi Belum Akan Selidiki Kasus 'Tampang Boyolali'

publicanews - berita politik & hukumPrabowo Subianto saat meresmikan Posko Pemenangan Prabowo-Sandi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (30/10) lalu. (Foto:Dok. Tim Media Prabowo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Penyelidik Polda Metro Jaya baru mempelajari laporan Dakun terhadap capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang ucapannya dianggap menghina masyarakat Boyolali, Jawa Tengah. Ucapan yang dimaksud adalah soal 'Tampang Boyolali'.

Hingga saat ini belum ada rencana polisi memanggil saksi, pelapor, maupun terlapor. "Ini akan jadi bahan evaluasi penyidik terlebih dahulu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di kantornya, Selasa (6/11).

Penyelidik masih akan mempelajari ada tidaknya unsur pidana dalam perbuatan tersebut. "Kalau bukan pidana akan kita hentikan penyelidikannya," Argo menambahkan.

Penyelidik juga akan berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) karena laporan Dakun berkaitan dengan masa kampanye Pilpres 2019. "Kita tetap koordinasi dengan Bawaslu, apakah ini tindak pidana atau bukan," ujar Argo.

Dakun dari Teras, Boyolali, melaporkan Prabowo ke Polda Metro Jaya soal ucapannya saat meresmikan Kantor Badan Pemenangan Prabowo-Sandi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (30/10).

Dalam pidatonya, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut menyinggung soal Jakarta yang dipenuhi hotel mewah yang banyak warga tidak bisa menikmatinya. Ia menyebut nama-nama hotel yang asing itu.

"Namanya saja kalian tidak bisa sebut, saya yakin kalian tak pernah masuk hotel-hotel tersebut. Betul?" kata Prabowo. "Kalau kalian masuk, mungkin kalian diusir karena tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang-tampang kalian, ya tampang Boyolali ini. Betul?” ia menambahkan, bergurau. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top