Tak Jujur Pernah Jadi Napi, KPU Purwakarta Copot Dua Caleg

publicanews - berita politik & hukumSuasana rapat pleno KPUD Purwakarta. (Foto: kab-purwakarta.kpu.go.id)
PUBLICANEWS, Purwakarta - Calon anggota legislatif (caleg) AAR dari PKB Dapil VI dan LH dari Partai Berkarya Dapil V terpaksa dioret dari daftar calon tetap (DCT) Pileg 2019. Pencoretan dilakukan dalam rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purwakarta, Jawa Barat, kemarin.

Dua caleg tersebut diduga memalsukan dokumen persyaratan pencalonan pada saat mendaftar, yakni tidak mencantumkan keterangan pernah dipidana.

Komisioner KPU Purwakarta Salman menjelaskan, sebenarnya mereka berhak jadi caleg. Masalahnya mereka tidak jujur untuk menyertakan keterangan sebagai mantan napi kasus narkoba.

"Dalam berkas pencalonan tidak ada keterangan pernah dipidana. Begitu pula dalam SKCK dari kepolisian dan pengadilan tidak memberikan keterangan itu," kata Salman kepada wartawan, Kamis (18/10).

Keduanya dinyatakan tak memenuhi syarat (TMS). Selanjutnya, KPU segera mengirimkan surat tentang TMS itu ke Bawaslu dan masing-masing partai politik pengusungnya.

Selain itu, ada juga caleg yang menyatakan telah mengundurkan diri dari pencalonannya menjadi wakil rakyat Purwakarta. KPU Purwakarta tidak mencoretnya.

Ketua KPU Purwakarta Ahmad Ikhsan Faturrahman mengaku jajarannya telah memiliki bukti otentik berupa catatan pidana dari Pengadilan Negeri setempat. "Mereka mendaftar tidak terbuka, yang bersangkutan tidak melampirkan surat bahwa mereka eks napi," Ahmad menegaskan.

Diketahui pada September 2018, KPU Purwakarta memasukan 615 bakal calon legislatif dari 15 partai politik pada DCT Pemilu 2019 untuk DPRD Purwakarta.

Dengan dua caleg eks napi dicoret dan satu mengundurkan diri, maka KPU menyisakan 612 DCT. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top