KPU Siap Hadapi Gugatan OSO di Bawaslu

publicanews - berita politik & hukumOesman Sapta Odang (tengah) bersama Ketua Bawaslu Abhan (kiri) dan Ketua KPU Arief Budiman (kanan). (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Oedang (OSO) dicoret dari daftar calon tetap Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Tak lagi bakal bisa berkantor di Senayan sebagai senator, OSO menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Gugatan OSO dilayangkan ke Bawaslu, Kamis (20/9) kemarin. Menanggapi gugatan itu, KPU menyatakan siap menghadapi. KPU menegaskan gugatan sengketa pemilu dibenarkan secara hukum.

"Karena itu memang diatur dalam aturan perundangan, kami siap hadapi," kata komisioner KPU Ilham Saputra di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/9).

Menurut Ilham, pengguguran OSO dalam Daftar Calon Tetap (DCT) sesuai putusan Mahkamah Konstitusi No.30/PUU-XVI/2018 yang melarang anggota DPD merangkap jabatan parpol.

OSO mengatakan, pendaftaran gugatan sengketa telah diterima Bawaslu. Ketua DPD itu bersikukuh bahwa aturan MK baru akan berlaku pada 2024, karena itu pengguguran KPU dianggap melanggar.

Kemarin, Ketua Umum Partai Hanura itu membantah telah dicoret dari DCT anggota DPD. "Ah enggak ada coret-coret, siapa yang berani coret-coret ha-ha-ha," ujarnya kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

Jika KPU mencoretnya, kata OSO, berarti mereka melanggar Pasal 28 Undang-Undang I UUD '45. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top