Dewas KPK Masih Klarifikasi Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Lili Siregar

publicanews - berita politik & hukumWakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta- Anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK Albertina Ho mengatakan pelaporan pelanggaran etik oleh Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar masih dalam tahap klarifikasi. Saat ini Dewas tengah mengumpulkan bukti-bukti dan memeriksa saksi-saksi.

"Klarifikasi dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Di samping itu juga, tim sedang melakukan pengumpulan bukti-bukti," kata Albertina dalam konferensi pers daring, Kamis (24/6).

Albertina tidak bisa menyampaikan secara perinci hasil pemeriksaan maupun pengumpulan bukti karena kasusnya tentang dugaan pelanggaran etik.

"Sehingga hanya bisa kami sampaikan sudah dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan bukti-bukti lainnya," ujarnya.

Albertina berharap Dewas dapat segera menyelesaika laporan klarifikasi dan melanjutkan ke tahap pemeriksaan pendahuluan. Prosedur ini sesuai dengan Peraturan Dewas Nomor 03 Tahun 2020.

"Nanti di dalam pemeriksaan pendahuluan itulah akan diputuskan apakah cukup bukti dilanjutkan ke sidang etik atau tidak cukup bukti," ia menjelaskan.

Lili dilaporkan oleh tiga pegawai KPK, salah satunya Novel Baswedan, atas dua dugaan pelanggaran etik. Pertama, dugaan Lili telah menghubungi dan menginformasikan perkembangan penanganan kasus Walikota Tanjungbalai M Syahrial.

Untuk kasus ini Lili melanggar prinsip Integritas yaitu pada Pasal 4 ayat (2) huruf a, Peraturan Dewas KPK Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.

Kedua, Lili diduga menggunakan posisinya sebagai pimpinan KPK untuk menekan Syahrial terkait penyelesaian urusan kepegawaian adik iparnya Ruri Prihatini Lubis di Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kualo Tanjungbalai.

Dalam perkara ini Lili melanggar prinsip Integritas yaitu pada Pasal 4 ayat (2) huruf b, Peraturan Dewas KPK RI Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top