Bappenas Anggarkan Belanja Militer Indonesia Selevel Bangsa Afrika

publicanews - berita politik & hukumMenteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan pemerintah hanya menganggarkan belanja militer 20,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 298 triliun (kurs Rp 14.400) selama periode 2020-2024.

Anggaran belanja militer tersebut masih di bawah 1 persen dari PDB. Ketua Umum PPP itu mengatakan bahwa Indonesia di urutan ke-16 dari 30 negara yang alokasi belanja kebutuhan militer di bawah satu persen.

"Jadi termasuk negara-negara seperti Afrika, Amerika Latin, dan negara-negara kecil," ujar Suharso dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Rabu (23/6).

Menurutnya, banyak negara maju menganggarkan belanja militer di atas 2 persen dari PDB. "Ada 1,5 persen dari PDB, ada juga yang di atas 1 persen. Tapi 30-an negara di bawah 1 persen," katanya.

Ia menjelaskan bahwa belanja alat militer harus memiliki teknologi terbaru yang mumpuni yaitu bisa bertahan hingga tiga atau lima tahun ke depan.

Mengenai sumber dana pembelanjaan alat militer, Suharso mengakui berasal dari pinjaman luar negeri. "Pinjaman luar negeri paling besar itu adalah belanja-belanja militer," katanya. Ia tidak merinci besaran persentase dibanding belanja di sektor lain.

Sebelumnya ramai rencana belanja alat pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) mencapai Rp 1.750 triliun. Bahkan, anggaran tersebut lebih besar dari target pendapatan negara dalam APBN 2021 sebesar Rp 1.746 triliun.

Dalam dokumen yang beredar disebutkan perencanaan kebutuhan anggaran Alpalhankam Kemenhan dan TNI tersebut untuk Renstra 2020-2044 yang pelaksanaannya akan dimulai pada Renstra 2020-2024. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top