Seruan 'Tangkap Qodari' Riuh di Media Sosial

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Tagar 'Tangkap Qodari' trending Twitter menyusul langkah Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari yang memprakarsai pembentukan Komunita Sekretariat Nasional Jokowi-Prabowo (Seknas JokPro), yang berniat mendorong JokPro maju Pilpres 2024.

Hingga Minggu malam (20/6) kemarin, #TangkapQodari di Medsos, Qodari, Dulu #2019GantiPresiden Nggak Apa-apa menjadi pembicaraan di jagat maya.

Warganet keberayan dengan sikap Qodari yang terkesan ngotot agar Jokowi menjadi presiden untuk periode ketiga. Peneliti itu pun dicap warganet sebagai pengkhianat bangsa yang melawan UUD 1945.

“Melawan UUD 45 adalah penghianat bangsa yang paling buruk!” cuit akun DarmadiAktivize. “Nih orang berani banget menantang konstitusi, siapa sih yg nyuruh om qodari ini? akun Imambdws menimpali.

“Siapapun yang mengajak inkonstitusional layak ditangkap,” tulis akun Mdy_Asmara1701.

Penolakan presiden tiga periode juga telah disuarakan para relawan Jokowi.
Kepala Sekretariat Direktorat Relawan TKN Jokowi (2019) Jay Octa, misalnya, tegas menolak gagasan presiden 3 periode yang diusung Jokpro 2024.

Ia menuding Seknas JokPro sebagai penumpang gelap yang cari muka. Menurutnya dalam 4 kali amandemen UUD 1945 tetap disepakati jabatan presiden maksimal dua periode.

Beleid itu telah mempertegas bahwa pembatasan presiden dimaksudkan untuk dapat melahirkan pemimpin–pemimin baru dengan ide dan gagasan baru, sesuai kebutuhan zaman. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top