Pro-Kontra Jokowi Tiga Periode

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo usai dilantik sebagai Presiden periode 2019-2024 di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, 20 Oktober 2019. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menggadang-gadang Presiden Joko Widodo untuk menjabat presiden tiga periode. Inisiator relawan Jokpro ini memasangkan Jokowi dengan mantan rival dalam Pilpres lalu, Prabowo Subianto.

Qodari menilai duet ini akan mengatasi polarisasi yang dikenal dalam tarung Cebong dan Kampret selama ini.

Keyakinan itu disampaikan Qodari dalam acara syukuran peresmian Sekretariat Nasional (Seknas) Komunitas Relawan Joko Widodo-Prabowo Subianto (Jokpro) 2024, di Jakarta, Sabtu (19/6).

Bahkan, Qodari meyakini jika duet Jokowi-Prabowo terbentuk, maka pada Pilpres 2024 mendatang tanpa ada pasangan lawan. Jok-Pro hanya akan berhadapan dengan kotak kosong. Bagi Qodari, duet JokPro akan membuat Indonesia aman, damai, dan sejahtera.

Wacana yang dilontarkan Qodari agar Jokowi tiga periode bukan hal baru. Sebelumnya, mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakabi tidak ada sosok yang memiliki kemampuan setara dengan Jokowi.

"Tidak ada yang sepiawai dia untuk mengkonsolidasikan kekuatan seluruh aspek untuk bisa menyelamatkan Indonesia. Pak Jokowi harus diberikan kesempatan lagi untuk maju yang ketiga kalinya, dan harus kita ubah konstitusi itu," ujar Arief lewat kanal Viral Nusantara Service, 16 Februari 2021.

Usulan untuk menjadikannya presiden tiga periode tampaknya membuat Jokowi tak suka. Secara langsung ia pernah menjawab bahwa pengusul ide tersebut karena tiga alasan, yaitu mencari muka, hendak menampar mukanya, sekaligus menjerumuskannya.

Dalam kesempatan lain, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan tidak berniat dan berminat menjadi presiden periode 2024-2029. "Presiden Joko Widodo tegak lurus konstitusi UUD 1945 dan setia terhadap reformasi 1998," kata Juru Bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman, siang ini.

Penolakan disampaikan oleh berbagai pihak, misalnya Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Ia menilai gagasan itu berbahaya bagi sirkulasi kepemimpinan Indonesia dan wajib ditolak karena membunuh demokrasi.

"Makanya Pak Jokowi perlu lebih tegas menentang ide tiga periode," ujarnya.

Gerindra juga mempertanyakan wacana tersebut. "Saya rasa apa yang disampaikan soal tiga periode ini juga masih tanda tanya. Karena kita tahu masa jabatan presiden adalah maksimal dua periode," kata Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Penolakan lebih keras disuarakan para relawan Jokowi. Ketua Umum JoMan Immanuel Ebenezer, misalnya, menilai wacana tersebut sebagai hal yang menyesatkan dan berbahaya.

"Bahayanya kenapa? Kalau orang berani 3 periode, berarti bisa 4 periode, makanya kita Jokowi Mania menolak isu 3 periode, apa lagi diimplementasikan, karena ini bahaya buat demokrasi," katanya.

Pendukung Jokowi lainnya, seperti Sekjen Seknas Jokowi Dedy Mawardi, bahkan mempertanyakan penggunaan 'Seknas' Jokpro. "Sebagai aspirasi ya silakan saja, tapi penggunaan nama yang mirip dapat menimbulkan kesalahpahaman publik sehingga merugikan kami Seknas Jokowi," ujar Dedy.

Menurutnya, banyak relawan yang tidak mengenal deklarator Seknas Jokpro 2024. Mereka, kata Deddy, bukan bagian relawan Jokowi pada Pilpres 2014 atau 2019 lalu

Memperpanjang masa jabatan presiden ternyata juga mendapat sentimen negatif dari publik. Hal itu tercermin dari survei yang digelar Parameter Politik Indonesia pada 23-28 Mei 2021.

"Tidak setuju 52,7 persen, yang setuju 27,8 persen, selebihnya tidak menjawab. Artinya, masyarakat tidak setuju jika jabatan presiden diubah menjadi tiga periode," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno.

Selain itu, amanat UUD 1945 sudah menegaskan bahwa masa jabatan presiden adalah dua periode. Pasal 7 UUD 1945 amandemen ke-1 berbunyi, "Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan."

Jika demikian, masih mungkinkah Presiden RI tiga periode? (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. shes one the @siswandi19 Juni 2021 | 18:44:49

    Sudah jelas hanya 2x saja menjabat presiden.

    Legowo lebih baik dr pada harus memaksa, dan tinggal dukung generasi kedua yg sama kualitasnya.

    Itu yg hrs disiapkan mumpung wkt msh memungkinkan.

Back to Top