HNW: Jangan Ada Diskriminasi Hukum Terhadap Ulama

publicanews - berita politik & hukumWakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid meminta agar tidak ada diskriminasi hukum terhadap dua ulama, yakni Rizieq Syihab dan Adi Hidayat.

Ia mengingatkan hal ini penting untuk tegaknya hukum yang berkeadilan karena Indonesia adalah Negara Pancasila dan Negara Hukum.

Dalam kasus Habib Rizieq, HNW sapaan akrabnya, mengkritik tuntutan 6 tahun oleh jaksa dalam kasus swab Rumah Sakit Ummi, Bogor, sebagai bentuk ketidakadilan dan menghadirkan kembali diskriminasi.

"Alasan jaksa bahwa Rizieq menyembunyikan hasil tes swab sebagai perbuatan bohong dan menimbulkan keonaran, seharusnya juga diterapkan kepada kasus sejenis yang dilakukan banyak pihak, termasuk oleh para menteri yang dinilai menyembunyikan fakta bahwa dirinya sebenarnya positif Covid-19," kata HNW dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/6).

Ia mencontohkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebelum ditangkap KPK, dan Menteri Koordinator Ekonomi dan Industri Airlangga Hartarto yang diberitakan juga terpapar Covid-19. Keduanya tidak mengumumkannya ke publik, tapi tidak dikenai delik hukum apa pun.

“Jadi, jangan salahkan apabila rakyat menilai telah terjadi diskriminasi hukum, dimana perbuatan yang sama dilakukan oleh orang lain, tapi tidak dijerat pidana," ujar politikus PKS itu.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS ini juga membandingkan tuntutan terhadap Rizieq itu dengan kasus suap yang dilakukan Joko Chandra, yang menimbulkan keonaran, tetapi jaksa malah hanya menuntut 4 tahun penjara.

"Dalam memberikan tuntutannya, seharusnya jaksa penuntut umum betul-betul adil dan profesional. Dan memastikan bahwa tuntutannya sejalan dengan prinsip negara hukum," Hidayat menegaskan.

HNW berharap kepada para hakim untuk betul-betul menegakkan keadilan hukum.

“Karena kasus yang menjadi perhatian publik ini, sudah terbukti banyak masalah, dan melalui amar putusan hakim sebelumnya telah membuktikan adanya masalah diskriminasi hukum,” ujar Hidayat. (Han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top