Diminta Mahfud Berhenti Kritik KPK, Zainal Mochtar: Kemarahan Konstitusional Jalan Terus

publicanews - berita politik & hukumMenko Polhukam Mahfud MD dan Zainal Arifin Mochtar. (Foto: Twitter/@mohmahfudmd)
PUBLICANEWS, Yogyakarta - Pakar hukum tata negara Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar mengatakan akan terus marah. Ia protes keras atas penonaktifan 75 pegawai KPK gara-gara tidak lulus tes wawasan kebangsaan.

Ia menanggapi permintaan Menko Polhukam Mahfud MD yang memintanya meredam kemarahan.

“Karena Lebaran saya meminta adik saya yang aktivis antikorupsi dari UGM Zainal Arifin Mochtar untuk berhenti marah-marah sejenak guna membaca pesan-pesan Lebaran, terutama ajakan untuk saling meminta dan memberi maaf,” kata Mahfud MD melalui akun Twitter @mohmahfudmd, Jumat (14/5).

Mahfud menyertakan foto bersama Zainal Arifin Mochtar. Ia juga melampirkan respon dari Zainal: “Ya kita saling memaafkan tapi ‘kemarahan konstitusional’ terus jalan,” ujar Mahfud mengutip ulang balasan Zainal Arifin.

Sebelumnya, dalam rangkain cuitannya, Zainal Arifin mencurigai ada maksud tersembunyi di balik penonaktifkan 75 pegawai KPK.

“Di tengah giat memberantas korupsi di kasus tertentu tapi di-nonjob-kan, itu pertanda ada yang mau disembunyikan. Lembaga yang makin aneh,” kata Zainal lewat akun @zainalamochtar.

Ia juga mengunggah foto spanduk besar yang menutupi sebagian gedung KPK dengan kalimat ‘Berani Jujur Pecat,' 'Terus berderap ke arah yang keliru'.

Dalam menyampaikan ucapan Idul Fitri, ia mengingatkan insan KPK pada janji yang pernah diucapkan di hadapan Tuhan dan atas nama-Nya. "Janji memperbaiki dan bukan merusak negeri," tulisnya. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top