Munarman dan Sejumlah Kontroversi

publicanews - berita politik & hukumMantan Sekretaris Umum FPI Munarman dan Rizieq Syihab. (Foto: Net)
PUBLICANEWS, Jakarta - Anggota Tim Advokasi Ulama dan Aktivis (Taktis) Aziz Yanuar mengatakan mantan pengurus dan anggota FPI belum mengambil sikap pasca penggeledahan markas Petamburan. Ia mengingatkan bahwa FPI telah dibubarkan pemerintah.

"Kita sedang fokus di PN Jakarta Timur (sidang Rizieq Syihab) dan upaya hukum untuk Munarman," kata Aziz kepada Publicanews dalam pesan singkatnya, Senin (3/5).

Taktis telah mendapat kuasa untuk mengawal proses hukum bagi mantan Sekretaris Umum FPI itu setelah istri Munarman meneken surat kuasa.

"Sudah kita dapat (tandatangan kuasa), tapi kita masih belum boleh menemui klien kami," ujar Aziz.

Munarman ditangkap oleh Tim Densus 88 di rumahnya, Perumahan Modern Hills, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (27/4) sore.
Polisi menduga Munarman terlibat pembaiatan terhadap ISIS di UIN Jakarta, Medan, dan Makassar. Polisi juga menduga eks aktivis YLBHI itu berperan dalam membuat jaringan JAD dan ISIS di Indonesia.

Pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, 52 tahun itu merupakan advokat, salah satu petinggi FPI, mantan aktivis HAM dan ketua umum YLBHI, serta pernah menjadi Panglima Komando Laskar Islam.

Sosok Munarman tidak lepas dari kontroversi. Ia berada di kelompok yang sering disebut radikal, padahal ia pernah menjadi pegiat hukum dan HAM.

Pertama, Munarman pernah divonis 1,5 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam perkara kekerasan dalam bentrokan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) dengan massa FPI di Monas, Jakarta Pusat, pada 1 Juni 2008.

Kedua, ia pernah menyiram wajah Guru Besar Universitas Indonesia Tamrin Amal Tamagola dengan air minum saat keduanya menjadi narasumber acara Apa Kabar Indonesia Pagi, tvOne, pada 2013 lalu. Tema diskusi yakni soal pelarangan sweeping oleh ormas di tempat hiburan malam selama Ramadan.

Ketiga, Munarman menjadi Panglima Aksi Bela Islam II di Jakarta dalam aksi unjuk rasa terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada 2016 lalu.

Keempat, Munarman menanggapi santai soal 37 nama anggota dan mantan FPI yang pernah terlibat aksi terorisme yang diungkap Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Irjen (Purn) Benny Mamoto.

Menurut Munarman, 37 orang tersebut sudah dihukum oleh pengadilan. Ia juga menganggap sebagai pengalihan isu penembakam enam anggota FPI oleh polisi. Saat itu ia menjadi kuasa hukum keluarga enam anggota FPI tersebut.

Munarman tidak menerima begitu saja rekomendasi Komnas HAM yang menyebut peristiwa 7 Desember sebagai peristiwa pidana biasa.

"Kalau Komnas HAM ngotot peristiwa ini adalah peristiwa pidana biasa, enggak perlu ada Komnas HAM, dong," katanya.

Kelima, saat Munarman menjadi Tim Advokasi Korban Pelanggaran HAM, ia mengadukan kasus kekerasan saat demo menolak hasil suara 2019 dan kasus pembakan Laskar FPI ke Pengadilan Pidana Internasional (ICC) di Den Haag, Belanda.

Keenam, polisi menduga Munarman terlibat dalam kegiatan baiat di tiga kota yakni UIN Jakarta, Medan, dan Makassar. Polisi menduga ia menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme, bermufakat jahat untuk melakukan tindak pidana terorisme, dan menyembunyikan informasi tentang tindak pidana terorisme.

Belakangan muncul video yang dikesankan Munarman seperti Rizieq Syihab, yakni terlibat asmara terlarang. Video yang didesain mirip film Ada Apa dengan Cinta itu ingin mempermalukan Munarman menampilkan rekaman kamera CCTV di sebuah hotel.

Munarman tampak bersama seorang wanita yang disebut sebagai Lily Sofia. Salah satu akun yang mengunggah video itu menuliskan: '20 Jam Bersama Lily Sofia', 'Balada Cinta Sekjen FPI'. Mirip-mirip serangan terhadap Rizieq Syihab di masa lalu.

Padahal, menurut salah satu tim pengacaranya, Lily Sofia merupakan istri kedua Munarman. Mereka menikah pada 2008 silam dan dikaruniai satu anak.

Pengamat politik Rocky Gerung mengomentari video tersebut. "Ketika Munarman ditangkap karena diduga teroris lalu disodorkan kegiatan yang dianggap tidak bermoral karena check in di hotel, kita enggak tau siapa yang bikin," kata Rocky dalam channel Youtube, Rocky Mathius 7 Official, Jumat (30/4). (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top