Dikritik, Megawati Jabat Dewan Pengarah BRIN

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri diangkat Presiden Joko Widodo sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pegangkatan tersebut merujuk perundang-undangan bahwa Ketua Dewan Pengarah BPIP ex officio sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN.

PDIP menilai pengangkat tersebut tepat. "Beliau juga penggagas awal dari BRIN, dengan mengusulkan kepada Presiden Jokowi agar BRIN hadir menjabarkan politik Indonesia Berdikari," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam rilisnya, Senin (3/5).

Menurut Hasto, penguasaan ilmu dan teknologi sudah diprioritaskan sejak era Presiden Soekarno. "Para pendiri bangsa kental dengan tradisi sebagai pembelajar yang baik yang kedepankan riset dan Inovasi," ujarnya.

Ia menyebutkan bagaimana Bung Karno menempatkan sekitar 600 peneliti saat merancang Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko. Ia mengatakan bahwa pengangkatan Mega karena yang menaungi ideologi dan haluan negara adalah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

"Bukan masalah orangnya, tapi kan Undang-undang menyatakan begitu ya. Kemudian lembaga yang menaungi siapa? Ya BPIP, berarti BPIP," Handoko menjelaskan.

Namun, pengangkatan Megawati menuai kritik. Salah satunya, disuarakan Sosiolog Universitas Indonesia Tamrin Tomagola.

"Apakah Ibu Mega punya kredensial akademik sehingga layak jadi Ketua Dewan Pengarah BRIN?" tanya Tamrin Tomagola seperti diunggah di akun Twitter @tamrintomagola.

Ia mempertanyakan kapasitas Mega di bidang ilmu pengetahuan, termasuk posisinya sebagai ketua umum parpol yang berpotensi terjadi conflict of interest.

Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PKS Mulyanto termasuk yang mempersoalkan posisi rangkap jabatan Megawati. Ia menegaskan tidak ada dasar hukum pengangkatan Dewan Pengarah dalam lembaga BRIN. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top