Gedung Granadi dan Vila di Megamendung Milik Cendana Diambil Negara

publicanews - berita politik & hukumSalah satu anggota keluarga Cendana, Titiek Soeharto. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kementerian Keuangan memastikan Gedung Granadi dan Vila di Megamendung yang sebelumnya dimiliki keluarga mantan Presiden Soeharto diambil alih negara. Eksekusi kedua aset setelah turun putusan Mahkamah Agung.

"Pemerintah melakukan pengambilalihan, tapi yang melakukan adalah Jaksa Agung dengan mekanisme sita eksekusi," kata Direktur Hukum dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu Tri Wahyuningsih, Jumat (30/4).

Menurut Tri, pengelolaan aset baru dipegang oleh Kemenkeu melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Status keuda aset tersebut menjadi Barang Milik Negara (BMN).

Penyitaan aset tersebut merupakan tindak lanjut keputusan MA atas gugatan Kejaksaan Agung terhadap yayasan milik Keluarga Cendana yang terbukti secara hukum menyelewengkan keuangan negara.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyatakan telah menyita aset Yayasan Supersemar pada 2018 berupa Gedung Granadi di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Sementara eksekusi oleh kejaksaan setelah MA menolak kasasi keluarga Cendana berdasar putusan perkara omor 955 K/PDT/2019 diketok pada 23 April 2019.

Proses hukum terhadap Yayasan Supersemar telah berproses sejak Pemerintah memenangkan gugatan di PN Jakarta Selatan pada 27 Maret 2008. Gugatan ini dikuatkan ditingkat banding dan kasasi. Putusan ini lalu dikuatkan di tingkat peninjauan kembali (PK).

Pengadilan menyatakan Yayasan Supersemar terbukti menyalahgunakan dana, yaitu sejak keluarnya PP 15/1976 yang memberi hak 5 persen dari keuntungan perbankan pemerintah hingga Soeharto lengser, Yayasan Supersemar telah mendapatkan dana 420 juta dolar AS dan Rp 182 miliar.

Keluarga Cendana diwajibkan ganti rugi sebesar Rp 4,4 triliun karena penyalahgunaan yang terjadi di Yayasan Supersemar yang merupakan yayasan bantuan kepada pelajar dan mahasiswa tidak mampu itu. Namun, kelauarga Cenada begeming. Keluarga Cendana menyebutkan bahwa jumlah yang dikeluarkan yayasan lebih besar dari yang diterima dari negara.

Pemerintah juga telah mengambilalih Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang sebelumnya dikelola Yayasan Harapan Kita, milik keluarga Presiden Soeharto. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top