KKP Tangkap Kapal Ikan Asal Malaysia Saat Siap Menjaring

publicanews - berita politik & hukumKapal ikan berbendera Malaysia yang tertangkap petugas patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sabtu (17/4). (Foto: KKP)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap sebuah kapal ikan asing ilegal di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara, tepatnya di Selat Malaka, Sabtu (17/4).

Plt Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Antam Novambar membenarkan jajarannya menyergap kapal ikan berbendera Malaysia itu.

"Kami mengonfirmasi penangkapan satu kapal ikan asing ilegal berbendera Malaysia, yaitu PKFA 8487 di perairan Selat Malaka. Penangkapan ini dilakukan oleh KP. Hiu 08," kata Antam dalam rilisnya, Minggu (18/4).

Menurutnya, penangkapan tersebut sebagai bentuk tindak tegas KKP di bawah Menteri Trenggono untuk menyatakan perang terhadap aksi pencurian ikan di laut Indonesia.

Selain itu, KKP tetap siaga menjaga kedaulatan pengelolaan perikanan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI).

Antam menjelaskan bahwa kapal ikan asing tersebut awalnya tidak mengetahui kedatangan aparat Indonesia. Ketika sadar, mereka mencoba kabur, namun berhasil dihentikan pada posisi koordinat 04° 09,056' LU - 099° 31,431' BT.

Saat petugas memeriksa kapal tersebut ditemukan awak kapal sedang mengoperasikan alat tangkap trawl. Petugas mengamankan lima anak buah kapal (ABK) yang terdiri dari dua warga negara Malaysia dan tiga WNI. Selanjutnya kapal beserta seluruh ABK diproses hukum ke Stasiun PSDKP Belawan.


"Tidak ada kompromi apalagi alat tangkap yang digunakan sangat merusak sumber daya perikanan, kami akan proses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar Antam.

Selama 2021, KKP telah menangkap 73 kapal ikan yang terdiri dari 13 kapal ikan asing dan 60 kapal ikan berbendera Indonesia. Kapal ikan asing terdiri dari 6 kapal ikan berbendera Malaysia dan 7 kapal ikan berbendera Vietnam.

KKP juga terus menunjukkan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan dengan menangkap 55 pelaku penangkapan ikan dengan cara yang merusak (destructive fishing). (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top