Abdullah Hehamahua Ungkap Masa Lalu Ngabalin 'Lebih Teroris'

publicanews - berita politik & hukumAbdullah Hehamahua. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Perseteruan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin versus Ketua Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Laskar FPI Abdullah Hehamahua kian meruncing. Setelah dituding Ngabalin sebagai teroris, Abdullah membalas dengan mengunggah masa lalu politikus Partai Golkar itu.

Mantan Ketua Umum PB HMI menyebut Ngabalin dulu adalah kader Pelajar Islam Indonesia (PII), sedangkan Abdullah aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

"Jika saya seorang teroris maka adinda Ngabalin lebih teroris lagi. Sebab, mereka yang aktif di organisasi pemuda, pelajar, dan mahasiswa pasti tahu bahwa kader PII lebih galak dari kader HMI," kata Abdullah dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/4).

Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi itu mengatakan bersyukur mendapat stempel teroris oleh Ngabalin. Ia mengaitkan cap 'teroris' dengan masa penjajahan Belanda.

"Saya 'teroris'? Itulah istilah yang diberikan oleh penjajah Belanda ke para pejuang Indonesia mulai dari Teuku Umar di Aceh sampai dengan Pattimura di Maluku," ujar mantan Ketua Penasihat KPK periode 2003-2013 itu.

Kemarin, Ngabalin menuding Abdullah sebagai teroris melalui akun Twitter pribadinya. "Nabi Musa kembali ke Mesir dengan Mu'zizat sebagai Nabi, kamu kembali ke Indonesia sebagai 'TERORIS.' Ngaca dong pa'tua," ujar politikus yang beberapa kali loncat partai tersebut.

Tudingan itu disampaikan Ngabalin setelah Abdullah melalui sebuah video menganalogikan pertemuan TP3 dengan Presiden Joko Widodo ibarat pertemuan Musa dengan Firaun.

"Tapi kita menempatkan posisi dia adalah penguasa seperti saat Firaun menjadi penguasa. Dan kami seperti Musa yang memperjuangkan kepentingan rakyat dan menegakkan kebenaran," ujar Abdullah sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Ustadz Demokrasi.

Meski demikian Abdullah mengatakan tidak berarti menganggap Jokowi adalah Firaun. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah21 April 2021 | 00:21:39

    Sama sama gak guna kayaknya. Gak ada mereka Indonesia lebih nyaman kayaknya. 😗

Back to Top