Ngabalin Sebut Abdullah Hehamahua 'Teroris'

publicanews - berita politik & hukumAbdullah Hehamahua. (Foto: YouTube/UstadzDemokrasi).
PUBLICANEWS, Jakarta - Tenaga Ahli pada Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyebut Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Laskar FPI Abdullah Hehamahua sebagai teroris.

Hal itu ia sampaikan untuk menanggapi balik pernyataan Abdullah yang menyebut pertemuan TP3 dengan Jokowi ibarat Musa dan Firaun.

"Nabi Musa merantau ke Madya, setelah 10 tahun kembali ke Mesir. Abdullah Hehamahua lari ke Malaisya setelah kembali ke Indonesia menyihir ummat menjadi radikal & ekstrim," Ngabalin mencuit lewat akun @AliNgabalinNew, Jumat (16/4).

Politikus Partai Golkar itu kemudian menyebutkan Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi tersebut sebagai teroris. "Nabi Musa kembali ke Mesir dengan Mu'zizat sebagai Nabi, kamu kembali ke Indonesia sebagai 'TERORIS.' Ngaca dong pa'tua," katanya.

Pernyataan Abdullah juga menuai kritik Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas. Ia menilai Abdullah tak tepat menggunakan istilah Firaun karena Presiden Jokowi merupakan orang Islam yang percaya kepada Allah SWT.

"Bahkan sangat-sangat tidak tepat. Musa itu nabi dan yang ketemu dengan Jokowi itu bukan nabi. Jokowi itu orang Islam percaya kepada Allah SWT. Beliau salat dan bayar zakat serta percaya kepada hari akhir. Firaun tidak," ujar Anwar.

Tokoh Muhammadiyah itu menyebutkan pertemuan tersebut hanyalah antara anggota masyarakat dengan Presiden RI. Bukan antara seorang nabi bertemu dengan Firaun.

Abdullah Hehamahua menyinggung pertemuan TP3 Laskar FPI yang ia pimpin dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka pada 9 Maret 2021 dalam video berjudul 'Penembakan FPI dan Habib Rizieq Balas Dendam 9 Naga Kekalahan Ahok?'

“Tapi kita menempatkan posisi dia adalah penguasa seperti saat Firaun menjadi penguasa. Dan kami seperti Musa yang memperjuangkan kepentingan rakyat dan menegakkan kebenaran,” kata Abdullah sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Ustadz Demokrasi.

Meski demikian Abdullah menambahkan bahwa tidak berarti ia menganggap Jokowi adalah Firaun. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top