Cak Imin Digoyang, Muncul Desakan MLB PKB

publicanews - berita politik & hukumKetua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Makassar - Desakan agar digelar Muktamar Luar Biasa (MLB) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai nyaring. Hal itu, misalnya, disuarakan eks Ketua DPC PKB Kabupaten Jeneponto Andi Mappatunru.

"Kita ingin luruskan Partai Kebangkitan Bangsa ini. Kita ingin selamatkan partai ini. Untuk usulan muktamar luar biasa, lalu menyusun kembali AD/ART sesuai AD/ART saat dibuat Partai Kebangkitan Bangsa," kata Andi kepada wartawan, Selasa (13/4).

Andi mengaku tidak sendiri, tetapi bersama 12 DPC yang terkena dampak kebijakan Ketua Umum Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. "Di Sulsel ada 12 yang sudah bersedia melakukan MLB," ia menambahkan.

Menurutnya, ke-12 DPC seharusnya menjabat sebagai ketua hingga 2022 tetapi dilengserkan secara serentak dan tiba-tiba. Andi menyebutkan bahwa Cak Imin telah melanggar AD/ART hasil Muktamar Bali.

Andi menambahkan, sudah ada 10 DPW dan 113 DPC yang menghendaki digelar MLB. "Kita dorong Muktamar Luar Biasa, PKB harus kembali ke khitahnya, PKB harus kembali ke tujuan pembentukan PKB karena sekarang sudah bergeser," ia menegaskan.

Karding Tersingkir dari PKB Karena Ganjal Cak Imin pada Pilpres Lalu

Gerakan MLB juga disampaikan eks Ketua DPC PKB Karawang Ahmad Zamakhsari alias Kang Jimmy. "Para petinggi PKB sudah ada komunikasi dengan saya, terkait bakal ada gerakan ketidakpuasan atas hasil Munas PKB di Bali," kata Jimmy.

Ia mengaku sudah mengantongi dukungan 22 kabupaten yang sepakat mendorong MLB. Salah satu pertimbangannya karena PKB meninggalkan nilai-nilai yang diusung penggagas PKB Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Sementara itu, Pengurus PKB Jatim Fauzan Fuadi mengatakan klaim 113 DPC PKB dan 10 DPW menghendaki MLB sekadar isu. Fauzan menegaskan bahwa PKB Jatim tetap solid dan berada dalam satu barisan dengan Cak Imin.

Hal senada disampaikan anggota DPR dari Fraksi PKB Ratna Juwita. Ia menyebutkan PKB di bawah Gus Ami alias Cak Imin baru saja Mukernas dan tidak ada riak-riak untuk menggelar MLB. Ratna menyebutkan isu MLB sekadar ditiupkan barisan sakit hati. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top