Presiden Larang Mudik, Menhub Setop Semua Moda Transportasi

publicanews - berita politik & hukumKendaraan antre keluar jalur Pantura di pintu keluar Brebes Timur, Jawa Tengah, 27 Juni 2019. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan, belajar dari pengalaman seperti libur Idul Fitri tahun lalu dan libur panjang setelahnya yang diikuti lonjakan kasus Covid, pemerintah akan melaksanakan kebijakan pengendalian pandemi.

"Salah satunya melalui kebijakan larangan mudik Lebaran tahun ini," tulis Jokowi lewat akun Twitternya, Kamis (8/4).

Meski penanganan Covid-19 di Tanah Air ini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, Jokowi menambahkan, hendaknya tidak mengendurkan kewaspadaan.

Presiden menjelaskan, persentase kasus aktif dan sembuh Covid-19 di Indonesia kini lebih baik, meski demikian kasus kematian kita masih 2,7 persen, dibanding global 2,17 persen.

Menindaklanjuti kebijakan pemerintah, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan bahwa seluruh moda transportasi dilarang beroperasi selama masa mudik Idul Fitri 2021.

Juru Bicara (Jubir) Kemenhub Aditia Irawati mengatakan ketentuan itu berdasar peraturan Menhub No PM 13 tahun 2021 tentang pengendalian transportasi selama Idul Fitri 1442 H.

Disebutkan pelaku perjalanan orang lintas kota/kabupaten/provinsi/negara selama bulan Ramadan dan Idulfitri wajib memiliki print out surat izin perjalanan tertulis atau Surat Izin Keluar/Masuk (SIKM) sebagai persyaratan melakukan perjalanan.

Namun ketentuan itu tidak berlaku untuk kendaraan pelayanan distribusi logistik dan pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan nonmudik, yaitu bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi oleh satu orang anggota keluarga, dan kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top