Gugat AD/ART Partai Demokrat, Kubu Moeldoko Minta AHY Bayar Rp 100 M

publicanews - berita politik & hukumMoeldoko usai didaulat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat usai KLB Sibolangit, Deli Serdang, Sumut, 5 Maret 2021. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Diam-diam kubu Moeldoko telah mendaftarkan gugatan terhadap AD/ART Partai Demokrat tahun 2020 ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

"Sudah, gugatan ke Pengadilan Negeri terkait AD/ART 2020 sudah diajukan minggu lalu," kata Juru Bicara kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad, kepada wartawan, Selasa (6/4).

Menurut Rahmad, ada tiga materi yang digugat. Pertama, meminta pengadilan membatalkan AD/ART Demokrat 2020. "Karena melanggar UU baik formil dan materil," ujarnya.

Kedua, meminta dibatalkannya akta notaris AD/ART 2020 serta susunan pengurus DPP.

"Ketiga, meminta Kubu AHY ganti rugi Rp 100 miliar dan uang itu kami berikan ke seluruh DPD dan DPC se Indonesia yang selama ini sudah nyetor ke Pusat," katanya.

Meski Kementerian Hukum dan HAM menolak permohonan pengesahan hasil KLB kubu Moeldoko, tetapi sempalan Partai Demokrat tetap mempersoalkan AD/ART yang salah satu isinya menempatkan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai pendiri partai.

Politikus yang dikenal dekat Anas Urbaningrum, yang dipecat setelah tersangkut korupsi, itu juga mempersoalkan posisi keluarga Cikeas dalam struktur partai yang disebutnya telah menjadi partai keluarga. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top