Aziz Yanuar Sebut Perakit Bom Condet Buangan FPI yang Digarap Intelijen

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi aksi demo FPI sebelum dietapkan sebagai ormas terlarang oleh pemerintah. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pengacara Rizieq Syihab, Aziz Yanuar, menyebutkan terduga teroris Husein Hasni merupakan anggota FPI yang telah dipecat sejak 2017. Husein ditangkap Densus 88 Polri dengan barang bukti bom rakitan siap pakai.

Aziz menduga, Husein yang tertangkap kamera hadir dalam sidang di Pengadilan Jakarta Timur telah dijadikan alat oleh intelijen.

“FPI sudah mencium ini adalah salah seorang dari banyak garapan operasi intelijen untuk pembusukan FPI,” ujar Aziz kepada wartawan di PN Jakarta Timur, Selasa (6/4).

Demikian pula dengan temuan sejumlah bom dan atribut FPI di lokasi penggerebekan di rumah Husien di Condet, Jakarta Timur.

“Orang-orang yang sudah dibuang dari FPI karena jadi antek/kaki tangan intelejen bukan lagi tanggung jawab FPI, apalagi FPI sudah dibubarkan oleh para pandir,” ujar Aziz yang menjabat Wakil Sekretaris ormas yang sudah dilarang pemerintah itu.

Husein pernah tercatat sebagai Wakil Ketua Bidang Jihad FPI Jakarta Timur pada 2016. Namun terjadi konflik internal dan Husein tersisih. Ia kemudian memimpin majelis Yasin Wa Rotib.

Dalam majelis itu terdapat Zulaimi Agus yang baru bergabung dengan FPI pada 2019 kemudian menjadi Wakabid Jihad Bekasi. Zulaimi yang mengajari merakit bom.

Beberapa anggota majelis Yasin Wa Rotib baru bergabung ke FPI pada 2020, seperti Bambang Setiono dan Ahmad Junaidi yang berprofesi pengemudi ojek online. Bambang dan Junaidi ditangkap lebih awal sebelum penggerebekan rumah Husein dan bengkel Zulaimi.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mohammad Fadil Imran masih enggan menjelaskab keterkaitan antara seluruh barang bukti dan FPI. Fadil masih berdalih tim Densus 88 masih menganalisis ada tidaknya keterkaitan antara FPI dengan kelompok teroris. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top