Pemerintah Izinkan Tarawih dan Salat Ied TapiTetap Larang Mudik, Ini Aturannya

publicanews - berita politik & hukumMenko PMK Muhadjir Effendy. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jajakrta - Pemerintah mengizinkan kegiatan ibadah tarawih hingga salat Idul Fitri. Hal itu ditegaskan Menko PMK Muhadjir Effendy.

"Khusus mengenai kegiatan ibadah selama Ramadhan dan ibadah Idul Fitri, yaitu salat tarawih dan salat Idul Fitri, pada dasarnya diperkenankan atau dibolehkan," kata Muhadjir Effendy dalam konferensi pers virtual, Senin (5/4).

Pemerintah mengimbau salat tarawih dan Idul Fitri dilakukan sesederhana mungkin. "Begitu juga dalam melaksanakan solat berjemaah ini diupayakan untuk dibuat sesimple mungkin sehingga waktunya tidak terlalu panjang, mengingat dalam kondisi masih darurat," ujar tokoh Muhammadiyah itu.

Pemerintah, kata Muhadjir, tetap pada kebijakan mudik lebaran seperti yang disampaikan pafa bulan lalu. "Tahun 2021, mudik ditiadakan berlaku untuk ASN, TNI-Polri, karyawan BUMN, karyawan swasta, pekerja mandiri, dan seluruh masyarakat," katanya.

Larangan mudik ini agar program vaksinasi yang sedang berjalan bisa maksimal. Muhadjir menjelaskan keputusan ini merupakan hasil rapat yang telah dikonsultasikan dengan Presiden. Larangan mudik akan dimulai pada 6-17 Mei 2021

"Sebelum dan sesudah tanggal itu, diimbau pada masyarakat untuk tidak melakukan pergerakan atau kegiatan-kegiatan yang ke luar daerah kecuali benar-benar dalam keadaan mendesak dan perlu," katanya.

Kemenhub akan melakukan pengawasan secara ketat terhadap pelarangan mudik ini. Kemenhub juga berkoordinasi dengan Satgas Penanganan COVID-19, kementerian/lembaga terkait, TNI/Polri, dan pemerintah daerah.

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top