DPD Akan Perjuangkan Hari Kebudayaan dan Kongres Raja Nusantara

publicanews - berita politik & hukumKetua DPD LaNyalla Mattalitti menerima Songkok Senur dan mandau dari Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadinata ke-XXI Aji Muhammad Arifin, Senin (5/4) pagi. (Foto: DPD RI)
PUBLICANEWS, Tenggarong - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengatakan akan memperjuangkan agar Hari Kebudayaan dan Kearifan Lokal bisa masuk kalender resmi Indonesia.

Hal tersebut disampaikan LaNyalla Mattalitti saat melakukan kunjungan kerja ke Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Tenggarong, Kalimantan Timur, Senin (5/4). Untuk mendukung upaya itu, DPD telah bersurat kepada Presiden Joko Widodo.

"Bagi kami, pelestarian warisan Nusantara dan budaya luhur Nusantara sangat diperlukan sebagai bagian dari ciri dan karakter bangsa Indonesia. Sekaligus sebagai filter bagi masuknya pengaruh negatif dari konsekuensi globalisasi tanpa batas yang terjadi saat dan di masa mendatang," kata LaNyalla di Tenggarong.

DPD bersama pemangku kepentingan lainnya berencana menggelar Kongres Budaya Nasional, dengan menghadirkan seluruh Raja-Raja dan Sultan se-Nusantara.

"Hal ini kita lakukan agar eksistensi dan keberadaan kerajaan dan kesultanan di Indonesia semakin mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat dan Daerah," ujar Senator asal Jawa Timur itu.

Dari kegiatan ini, LaNyalla berharap muncul beberapa rekomendasi demi penguatan Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah percaturan global dan era dunia tanpa batas.

Dalam kesempatan itu, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadinata ke-XXI Aji Muhammad Arifin menyampaikan bahwa sejak 23 Januari 1950, Kesultanan Kutai Kertanegara telah menyampaikan legacy untuk bangsa Indonesia dengan mendukung NKRI dan Pancasila, serta meminta pemerintahan yang demokratis dapat dijalankan di Indonesia.

Ia berharap Kementerian Dalam Negeri membuat payung hukum pemajuan kebudayaanbuntuk mendapatkan bantuan anggaran yang cukup dari APBD maupun APBN.

"Untuk itu kami berharap Ketua DPD RI dapat memperjuangkan agar kesultanan dan kerajaan di Indonesia mendapat payung hukum berupa Peraturan Presiden atau Perpres,” kata juru bicara Sultan XXI Awang Yacoub.

LaNyalla pun berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut langsung kepada Presiden Jokowi. “Insya Allah kami siap menyampaikan langsung, apalagi di Kaltim ada Senator Ibu Aji Mirni Mawar, yang masih kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara,” kata LaNyalla yang mendapat Songkok Senur dan Mandau khas Kukar.

Dalam kunjungannya LaNyalla didampingi sejumlah senator, antara lain, Aji Mirni Mawarni, M. Idris, Zainal Arifin, Bustami Zainuddin, Djafar Al Katiri, Habib Abdurrahman Bahasyim, Asyera Wundalero, Wa Ode Rabia, Jiyalika Maharani, Amaliah, Cherish Harriette dan Adilla Aziz, serta mantan Senator Kaltim Awang Ferdian. (*/oca)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top