Kubu Moeldoko Minta Demokrat Jangan Arogan, Masih Ada Pertarungan di Pengadilan

publicanews - berita politik & hukumMoeldoko dan istri santai merawat tanaman, Minggu (4/4). (Foto: Instagram/dr_moeldoko)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kubu Moeldoko akan segera menempuh jalur hukum pasca penolakan Kemenkum terhadap legalitas hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Sibolangit, Deliserdang, Sumut.

Juru Bicara pihak KLB Muhammad Rahmad mengatakan, penolakan pemerintah baru permulaan dari sebuah proses mendapatkan legalitas secara hukum.

"Proses lanjutannya adalah di pengadilan dan bisa sampai ke Mahkamah Agung," ujar Rahmad kepada wartawan, Senin (5/4).

Orang dekat eks Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum itu menjelaskan, sejauh belum ada keputuaan pengadilan maka kedua kubu, yaitu Moeldoko dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memiliki hak sama atas Partai Demokrat.

Pernyataan serupa disampaikan Max Sopacua. Ia meminta kubu AHY jangan arogan, Max menyebut nama Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Malarangeng.

“Perlu saya sampaikan Andi Mallarangeng jangan dulu arogan dengan keputusan Kemenkumham kemarin,” kata mantan penyiar TVRI ini.

Ia mengingatkan pertarungan masih babak pertama, masih ada babak-babak selanjutnya. Max mengutip Menkumham Yasonna A Laloy yang menyarankan kubu Moeldoko untuk ke pengadilan.

Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika kubu Moeldoko, Saiful Huda Ems, menjelaskan akan menempuh jalur Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan Pengadilan Negeri.

Ia menegaskan kubu Moeldoko hendak mengembalikan marwah Demokrat sebagai partai modern, terbuka dan demokratis yang menjadi rumah besar bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Moeldoko juga taat hukum, tidak pernah menyalahgunakan jabatan sebagaimana yang dituduhkan oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab," ia menambahkan.

Namun, baik Rahmad ataupun Saiful belum menyebutkan kapan pengajuan ke PTUN dan PN. Moeldoko belum memberi tanggapan mengenai hasil keputusan Kemenkumham. Ia justru mengungah foto dengan istri merawat taman di rumah, kemarin. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top