Kemendagri Tegur Gubernur Papua Setelah Dideportasi PNG

publicanews - berita politik & hukumGubernur Papua Lukas Enembe. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagril) menerbitkan surat teguran untuk Gubernur Papua Lukas Enembe setelah dideportasi dari Papua Nugini (PNG). Lukas dipaksa pulang karena masuk PNG l dengan cara ilegal pada Kamis (31/3).

"Berdasarkan fakta bahwa Saudara Gubernur melakukan kunjungan ke luar negeri dengan tidak melalui mekanisme sebagaimana peraturan perundang-undangan, maka Kementerian Dalam Negeri dalam melaksanakan fungsi pembinaan dan pengawasan mengingatkan sekaligus memberikan teguran agar dalam menjalankan tugas sebagai Gubernur senantiasa mentaati seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan khususnya yang mengatur tentang kunjungan ke luar negeri," ujar Dirjen Otonomi Daerah Akmal Manik di Jakarta, Minggu (4/4).

Dalam surat tertanggal 1 April itu, Kemendagri juga mengingatkan ada ancaman sanksi pemberhentian 3 bulan jika politikus Partai Demokrat itu mengulangi perbuatan memasuki negara lain secara ilegal.

"Perlu kami tegaskan bahwa jika kembali melakukan kunjungan ke luar negeri dengan tidak melalui mekanisme sebagaimana peraturan perundang-undangan, maka terdapat sanksi sebagaimana diatur dalam Pasal 77 Ayat (2) UU Nomor 23 Tahun 2014." Akmal menegaskan.

Lukas menyeberang perbatasan Papua-PNG bersama dua orang pendamping menggunakan ojek. Ia membayar ojek Rp 100 ribu.

Lukas mengaku ke sana untuk menjalani terapi saraf kaki. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top