Zulaimi, Perakit Bom Bekasi Masih Dendam Hasil Pilpres 2019

publicanews - berita politik & hukumZulaimi Agus (jaket merah) tampak hadir dalam sidang Rizieq Syihab di PN Jakarta Timur. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sehari setelah peristiwa bom Gereja Katedral Makassar, Sulsel, polisi menangkap dua orang terduga teroris berlatar Front Pembela Islam (FPI). Husein Hasni di Condet, Jakarta Timur, dan Zulaimi Agus di Bekasi. Keduanya tercatat dalami struktur jihad di ormas FPI yang telah dilarang tersebut.

Zulaimi bergabung dengan FPI pada 2019, kemudian menjadi Wakabid Jihad Bekasi. Aksi nekat merakit bom dan berniat melakukan teror karena kecewa dengan hasil Pilpres 2019. Ia menganggap kepolisian, khsusunya Brimob, sewenang-wenang ketika menghadapi demo di Bawaslu menolak hasil Pilpres pada Mei 2019.

"Motivasi saya (karena) negara ini sudah enggak ada keadilan. Saya ingin membalas, saya ingin menegakkan keadilan dengan cara saya sendiri," ujar Zulaimi, seperti terlihat dalam video, Minggu (4/4).

Ia merakit bom di bengkelnya di Cibarusah, Bekasi, dan di rumah Husein di Condet. "Saya belajar bahan tersebut dari blog-blog di internet dengan cara aktifkan VPN," katanya.

Sementara Husein dalam pengakuannya mengatakan mendanai pembuatan bom karena dilatari insiden tewasnya 6 laskar FPI pengawal Rizieq Syihab. Husein pernah tercatat sebagai Wakil Ketua Bidang Jihad FPI Jakarta Timur pada 2016. Ia kemudian memimpin majelis Yasin Wa Rotib.

Empat orang lainnya yang tergabung di majelis itu telah ditangkap sebelum Husein dan Zulaimi. Mereka, antara lain, Bambang Setiono dan Ahmad Junaidi. Bambang dan Ahmad berprofesi tukang ojek online dan baru bergabung di FPI pada awal 2020.

Kelompok ini pernah melakukan uji coba hasil rakitan bomnya tetapi malah terbakar meski berhasil dipadamkan. Mereka juga ke Sukabumi untuk mencari ilmu kebatinan dalam rangka hendak melakukan aksi teror.

Husein dan Zulaimi terlihat hadir dalam sidang Rizieq Syihab yang saat itu masih digelar secara virtual. Keduanya mengakui memantau dan memetakan situasi dalam rangka upaya teror mereka. Sebelum aksi terjadi, Densus 88 Antiteror Mabes Polri berhasil menangkap mereka.

Dalam penggeledahan di Condet dan di Bekasi, aparat menemukan sejumlah barang bukti. Selain berbagai atribut FPI juga ditemukan 5 bom siap digunakan, termasuk berbagai bahan pembuat 100 bom pipa. Polisi bahkan harus melakukan disposal, peledakan di kedua lokasi, karena peledak rawan gesekan jika diamankan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top