Ridwan Kamil Sudah Ingatkan Bupati Bandung Barat Tak Korupsi Bansos

publicanews - berita politik & hukumGubernur Jabar Ridwan Kamil dan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna. (Foto: bangbara)
PUBLICANEWS, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil prihatin atas kasus dugaan korupsi yang dilakukan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna. KPK menetapkannya sebagai tersangka kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos) Covid-19.

"Pertama saya sangat prihatin, terlebih ini terkait dengan bansos Covid-19," ujar Ridwan, seperti dikutip Antara, Sabtu (3/4).

Menurutnya, tindakan Aa Umbara selaku kepala daerah tidak terpuji dan bertentangan dengan program pemerintah yang tengah giat memulihkan keadaan di tengah pandemi Covid-19. Terlebih, ia telah wanti-wanti agar Bupati Aa Umbara tidak terpeleset ke dalam jurang korupsi.

"Sudah diingatkan terkait praktik yang harus dijauhi yang beririsan dengan konflik kepentingan. Dan saya tidak mau terlalu dalam karena materinya kan ada di KPK. Saya juga kurang paham bagaimananya, tapi mudah-mudahan situasi bisa lebih terkendali," Ridwan, yang akrab disapa Kang Emil; menandaskan.

KPK menetapkan Aa Umbara Sutisna bersama anaknya Andri Wibawa dan pemilik PT Jagat Dir Gantara serta CV Sentral Sayuran Garden City Lembang M Totoh Gunawan. Penyidik menduga Aa Umbara menerima suap Rp 1 miliar atas penunjukkan anaknya dan Totoh sebagai vendor.

Penyidik menduga Andri mendapat jatah pengadaan paket bansos Jaring Pengaman Sosial senilai Rp 36 miliar melalui bendera CV Jayakusuma Cipta Mandiri dan CV Satria Jakatamilung. Sedangkan M Totoh mendapat jatah Rp 15,8 miliar untuk pengadaan bansos JPS dan bansos Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

KPK menjerat Aa Umbara dengan Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 56 KUHP.

Sedangkan Andri dan M Totoh disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 UU yang sama jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 56 KUHP. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top