Demokrat Tegaskan Ibas Tak Terkait Kasus Hambalang

publicanews - berita politik & hukumKetua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan Ibas. (Foto: Instagram/ibasyudhoyono)
PUBLICANEWS, Jakarta - Partai Demokrat KLB Sibolangit menyerang Edhy Baskoro Yudhoyono (Ibas) dengan mengaitkan kasus lawas proyek mangkrak Hambalang, Bogor. Hal itu langsung direspon kubu Partai Demokrat.

Sekretaris Majalis Tinggi Partai Demokrat Andi Malarangeng mengatakan kasus Hambalang tidak terkait dengan Ibas. "Mereka menyerang membabi buta kepada SBY, AHY, atau Ibas. Kalau soal Hambalang, itu tidak ada urusan sama sekali dengan Ibas," ujar Andi kepada wartawan, Kamis (25/3).

Mantan Menpora itu juga menanggapi tudingan soal ada nama yang tersangkut dalam kasus korupsi megaproyek itu tetapi belum menjalani proses hukum.

Mengenai kasus Hambalang yang juga menyeret namanya, Andi menegaskan bahwa telah menjalani hukuman tersebut dengan baik.

"Saya sendiri ketika dinyatakan dicekal, saat itu bahkan belum dinyatakan sebagai tersangka karena persoalan Hambalang, langsung mengundurkan diri sebagai Menpora dan juga dari jabatan saya di Partai Demokrat sebagai Sekretaris Dewan Pembina, tapi tetap sebagai anggota Partai Demokrat," ujarnya.

Menurut Andi, sebagai pemimpin dalam posisinya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga oleh pengadilan harus bertanggung jawab karena dianggap tidak melakukan pengawasan dengan baik.

"Saya dihukum 4 tahun penjara tetapi saya tidak diminta mengembalikan satu rupiah pun kepada negara, karena saya tidak menerima uang, tidak menyuruh menerima uang, dan tidak dilapori akan adanya penerimaan uang dari siapa pun. Hukuman itu telah saya jalani dengan baik," ia menjelaskan.

Kemarin, di tengah hujan deras, pengurus Partai Demokrat di bawah Ketua Umum Moeldoko menggelar jumpa pers di Hambalang. Sengaja memilih Hambalang karena ingin kembali mengungkit kasus korupsi di proyek yang mangkrak sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Nama Ibas disinggung sebagai sosok yang banyak disebutkan dalam proses persidangan para terdakwa kasus korupsi Hambalang tetapi tidak pernah sekalipun menjalani pemeriksaan di KPK.

Proyek Hambalang awalnya direncanakan sebagai Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sarana Olahraga Nasional (P3SON) di era Presiden SBY. Lahan proyek rencananya berdiri di atas tanah seluas 32 hektare, dengan nilai anggaran sebesar Rp 2,5 triliun. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top