Jhoni Dipecat Karena Minta 'Aktor Eksternal' Lewat KLB

publicanews - berita politik & hukumJhoni Allen Marbun. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Anggota DPR tiga periode Jhoni Allen Marbun dipecat bersama 6 politikus lainnya dari Partai Demokrat (PD). Jhoni pun buka suara tentang pentingnya Kongres Luar Biasa sebagai upaya menjadikan PD sebagai partai demokratis, terbuka, dan modern.

Politikus yang disebut sebagai aktor dalam gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD) alias kudeta itu merilis pernyataannya, Minggu (28/2). Ia menyinggung mengenai Kongres V Partai Demokrat 2020 yang mengukuhkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum PD.

"SBY merekayasa tata cara kongres tidak sesuai sebagaimana mestinya," kata politikus yang dikenal dekat dengan Moeldoko itu.

Menurutnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai ketua umum tidak pernah menyampaikan laporan pertanggung jawaban. Kemudian tidak melakukan pembahasan syarat dan tata cara pemilihan ketua umum.

Peserta Kongres yang tidak punya hak suara diusir dari area kongres. Hal itu sebenarnya memang sesuai AD/ART.

Menurut Johni, SBY mendesain seluruh Ketua DPD untuk mendeklarasikan AHY sebagai ketua umum. "SBY mendesain para ketua-ketua DPD seluruh Indonesia untuk medeklarasikan AHY sebagai ketua umum. Itulah yang mereka sebut aklamasi," katanya.

Jhoni menceritakan kondisi internal PD saat ini sudah menjadi dinasti Cikeas. Ia menyoal AHY menjadi ketua umum tidak pernah berupaya mendaki ke puncak.

"Makanya AHY berada di puncak gunung, tapi tidak pernah mendaki. Oleh sebab itu, AHY selaku ketua umum tidak tahu cara turun gunung, sehingga bapaknya SBY yang saya hormati menjadi turun gunung. Inilah yang saya sebut krisis kepemimpinan," Jhoni menambahkan.

Ia tidak menepis tudingan menghendaki digelarnya KLB sebagai upaya yang paling demokratis dalam membesarkan partai. Ia mengklaim hendak menjadikan partai modern dan terbuka, dan modern.

Sebelum dipecat, Jhoni sempat berkomunikasi langsung dengan SBY sebagai Ketua Ketua Majelis Tinggi PD. Menurut Kepala Badan Komunikasi Strategis PD Herzaky Mahendra Putra, Jhoni menghendaki masuknya aktor eksternal melalui KLB.

Herzaky menegaskan SBY menolak KLB. "Pak SBY tidak akan mengadakan KLB, buat apa? Tidak ada kejadian luar biasa dan Demokrat baik-baik saja," ujar Herzaky.

Ia menegaskan tidak mungkin digelar KLB. Pasalnya, syaratnya yaitu atas permintaan majelis tinggi partai yang kini diketuai SBY atau diusulkan oleh dua pertiga DPD Demokrat dan setengah dari DPC serta disetujui oleh majelis tinggi partai. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top