SE Kapolri Dinilai Selamatkan Abu Janda

publicanews - berita politik & hukumPermadi Arya bertemu Natalius Pigai yang difasilitasi Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. (Foto: Instagram/permadiaktivis2)
PUBLICANEWS, Jakarta - Media sosial riuh menyoal Surat Edaran (SE) Kapolri mengenai penerapan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Warganet menyebutkan beleid itu untuk menyelamatkan Abu Janda alias Permadi Arya karena Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah warganet menginstruksikan tersangka tidak perlu ditahan jika meminta maaf.

"Selamatlah Abu Janda," cuit Mustofa Nahrawardaya lewat akun Twitternya @TofaTofa_id, Selasa (23/2).

Mustofa yang pernah ditetapkan sebagai tersangka ujaran kebencian berdasarkan SARA dan hoaks itu mengaitkan berita mengenai 'Instruksi Kapolri, Tersangka ITE Sudah Minta Maaf Jangan Ditahan'.

Abu Janda diperiksa kepolisian terkait penghinaan terhadap Natalius Pigai dan 'Isalam Arogan'. Ia sudah meminta maaf kepada Pigai dan ormas Islam.

Kapolri telah mengeluarkan SE bernomor: SE/2/11/2021 bertanggal 19 Februari 2021 tentang penerapan UU ITE dalam rangka mewujudkan ruang digital yang bersih, sehat, dan produktif.

Lewat SE tersebut ia mengistruksikan jajarannya untuk menerapkan hukum yang dapat memberikan rasa keadilan bagi masyarakat. Sigit meminta penyidik harus memfasilitasi kedua belah pihak untuk melakukan mediasi.

"Penyidik berkomunikasi dengan para pihak terutama korban dan memfasilitasi serta memberi ruang seluas-luasnya kepada para pihak yang bersengketa untuk melaksanakan mediasi,” ujarnya.

Jajaran kepolisian di seluruh Indonesia harus bisa membedakan antara kritik, masukan, hoaks, dan pencemaran nama baik. Penyidik dapat mengedepankan edukasi dan langkah persuasif sehingga dapat menghindari dugaan kriminalisasi terhadap orang yang dilaporkan.

Penyidik harus berpedoman bahwa pidana merupakan upaya terakhir dalam penegakan hukum. Sehingga, dalam prosesnya dapat mengedepankan restorative justice. Artinya, menitikberatkan pada kondisi terciptanya keadilan dan keseimbangan bagi pelaku dan korbannya. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top