Istana Sebut Demokrasi Tanpa Kritik Mirip Kuburan, Sepi Tanpa Kemajuan

publicanews - berita politik & hukumJuru Bicara Presiden Fadjroel Rachman. (Foto: Setkab.go.id)
PUBLICANEWS, Jakarta - Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengatakan demokrasi tidak akan berkembang jika pemerintah tak mau menerima kritik dari masyarakat. 

"Demokrasi tanpa kritik itu seperti kuburan, sepi dan tidak ada kemajuan," kata Fadjroel dalam sebuah diskusi virtual, Jumat (19/2).

Menurut Fadjroel, kritik penting bagi pemerintah untuk merawat demokrasi sebuah negara. Fadjroel menjelaskan selama ini pemerintah tidak pernah menangkap para kritikus. 

"Pemerintah tidak pernah menangkap para kritikus, tidak ada orang yang mengkritik ditangkap oleh pemerintah kecuali di masa lalu," ujarnya.

Sebaliknya, UU ITE kerap menjadi alat hukum antar masyarakat untuk saling melaporkan ke pihak kepolisian. 

Ajakan Presiden Jokowi untuk merevisi UU ITE dimaksudkan pemerintah untuk menampung segala masukan dari masyarakat.

"Sehingga yang terbaru nanti, kalau terjadi perubahan, itu betul-betul menampung semua kritik dan masukan sehingga sesuai dengan prinsip hukum, keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan dan sesuai dengan prinsip konstitusi kita," katanya.

Pemerintah lebih memilih merevisi ketimbang mencabut pasal karet dalam UU ITE. Ia mengatakan perlu ada audit legal terhadap keseluruhan pasal-pasalnya dan perbaikan pada naskah akademiknya.

Presiden, Fadjroel menambahkan, menginginkan UU ITE harus memberikan rasa keadilan bagi masyarakat, sehingga perlu merevisinya bersama dengan DPR. Dengan demikian dapat tercipta ruang digital Indonesia bersih, sehat, beretika dan produktif. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top