Survei Median, Risma Ancaman Nyata Anies Baswedan

publicanews - berita politik & hukumGUbernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapat pesaing tangguh jika Pilkada digelar sekarang. Pesaing tersebut adalah Menteri Sosial Tri Rismaharani. Hal itu mengemuka dalam survei yang dilakukan lembaga survei Median.

Peneliti Median Ade Irfan mengatakan, Risma berhasil menyodok di urutan kedua. Elektabilitas mantan Walikota Surabaya itu sebagai calon gubernur di Ibukota melejit. Jika pada Juli 2020 masih di angka 4,2 persen, tetapi pada Februari 2021 melompat ke 23 persen. Sedangkan Anies mendapat 42,5 persen.

"Ini kenaikan cukup signifikan. Kalau diteruskan dengan aktivitas-aktivitas beliau yang di DKI Jakarta, tentu akan ancam Anies," ujar Ade dalam rilisnya, Senin (15/2).

Menurutnya, ketika simulasi dilakukan head to head, hasil yang diperoleh dalam survei berubah. Risma dipilih oleh 36 persen responden versus 45 persen untuk Anies.

"Jika kita uji head to head, gap keduanya menurun. Anies dapat elektabilitas 45 persen. Risma 36 persen. Selisihnya hanya 9 persen. Single digit," Ade menjelaskan.

Satu digit tersebut, ia menambahkan, belum cukup aman bagi Anies untuk memenangkan peraturangan. "Selisih di bawah 10 persen sangat rawan. Untuk bisa aman biasanya hasil survei kandidat harus double digit unggulnya," katanya.

Dalam survei yang berlangsung pada 31 Januari-3 Februari 2021 dengan memberikan pertanyaan semi terbuka dari 15 nama tersebut dicantumkan Anies berada di puncak keterpilihan, disusul Risma.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mendapat 5,5 persen suara, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 3,5 persen, dan Komisaris PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hanya 2 persen.

Ade menegaskan, pendanaan survei secara mandiri. Survei melibatkan 400 responden warga DKI Jakarta yang sudah memiliki hak pilih. Pemilihan responden dilakukan secara acak dengan teknik Multistage Random Sampling. Margin of eror 4,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top