Golkar Hentikan Pembahasan Revisi UU Pemilu

publicanews - berita politik & hukumWakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. (Foto: Instagram/#asizsyamsuddin)
PUBLICANEWS, Jakarta - Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Golkar Azis Syamsuddin mengatakan fraksinya menarik diri atau menghentikan pembahasan revisi UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Golkar mendukung pelaksanaan pilkada serentak sesuai dengan amanat UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, yakni pada 2024.

Keputusan tersebut, ia menjelaskan, usai fraksinya melakukan konsolidasi dan menyerap aspirasi. Golkar lebih mengutamakan mengikuti amanah UU.

"Itu untuk mengedepankan kepentingan bangsa dan negara yang saat ini sedang melakukan pemulihan ekonomi di masa pandemi," ujar Azis di Jakarta, Rabu (10/2).

Ketua DPP Partai Golkar ini menilai saat ini lebih baik bangsa Indonesia mengutamakan masalah penyelesaian penyebaran Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

"Ini lebih baik dari pada harus menguras keringat membahas draf RUU Pemilu," ia menambahkan.

Azis juga merujuk pada putusan MK yang memiliki kekuatan hukum tetap, final, dan mengikat.

Mahkamah Konstitusi telah menolak permohonan pengujian UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang menyoal pelaksanaan pemilu serentak menyebabkan banyak petugas menjadi korban.

MK berpendapat bahwa memisah pemilu serentak malah melanggar konstitusi, yaitu bertentangan dengan UUD 1945.

"Mahkamah berpendirian bahwa pemilihan umum presiden dan wakil presiden dengan pemilihan umum anggota legislatif yang konstitusional adalah yang dilaksanakan secara serentak," kata Hakim Konstitusi Saldi Isra, akhir Januari lalu.

Saat ini 7 partai koalisi pemerintah telah menolak revisi UU Pilkada Serentak. Mereka sepakat Pillada dilangsungkan pada 2024. Ketujuh partai yaitu PDIP, PPP, PKB, dan PAN, Gerindra, Nasdem, dan Golkar.

Dengan demikian pada 2024 diselengarakan Pilkada di 514 daerah di tingkat provinsi/kota/kabupaten. Selain itu berlangsung Pilpres, Pileg tingkat DPR, DPRD Tingkat I dan II, termasuk Pemilihan anggota DPD. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top