Demi Soliditas Koalisi, Surya Paloh Tolak Revisi UU Pemilu

publicanews - berita politik & hukumKetua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh angkat suara mengenai kontroversi revisi Undang-Pemilu. Paloh mengatakan Partai Nasdem perlu menjaga soliditas partai-partai politik dalam koalisi pemerintahan.

Surya Paloh menginstruksikan Fraksi Partai Nasdem DPR untuk menolak revisi UU Pemilu. "Agar Fraksi Partai Nasdem DPR RI mengambil sikap untuk tidak melanjutkan revisi UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu," kata Surya dalam keterangannya, Minggu (7/2).

Surya juga menegaskan bahwa Nasdem mendukung pelaksanaan Pilkada Serentak 2024. Sebelumnya, Fraksi Nasdem di DPR termasuk yang getol agar Pilkada 2022 dan 2003 tetap dilangsungkan dan menolak Pilkada digelar pada 2024.

Sebagai partai politik, ia menambahkan, Nasdem berkewajiban melakukan telaah kritis terhadap setiap kebijakan. Namun, Nasdem tetap lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas segala-galanya.

Balik badannya Nasdem ini membuat hanya PKS dan Demokrat yang tampaknya masih menghendaki revisi beleid tentang pemilu dan pilkada.

Partai Golkar yang sebelumnya berniat melakukan revisi telah diinstruksikan agar kembali mendukung pemberlakuan UU Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada dan UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Partai Gerindra menyatakan hal senada setelah pemerintah menyatakan menolak revisi kedua beleid tersebut.

Penolakan beleid Pemilu tejadi setelah pertemuan Presiden Joko Widodo dengan tim kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf Amin pada akhir Januari 2020 lalu. Jokowi mempertanyakan aturan pemilu belum dilaksanakan tetapi kenapa sudah dilakukan revisi. Jokowi juga menghendaki agar 2022 dan 2023 dijadikan masa pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top