Masuknya Covid-19 ke Rutan KPK dari Tahanan yang Berobat Keluar

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi rutan KPK. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - Meski protokol kesehatan dijaga ketat, masuknya Covid-19 ke rutan MPK diduga melalui para tahanan yang berobat ke rumah sakit terdekat.

"KPK tidak bisa mencegah penularan virus corona terhadap para tahanan. Sebab, KPK harus tetap memenuhi hak tahanan yang meminta izin berobat keluar rumah tahanan," ujar Plt Kepala Rutan KPK Ristanta di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, (26/1).

Saat ini diketahui masih ada 14 tahanan dinyatakan positif Covid-19. Mereka saat ini sedang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet dengan penjagaan ketat dari pengawal tahanan (waltah).

"Lantai 30 di sana dikhususkan untuk tahanan KPK dengan penjagaan dua personil pengawal tahanan," kata Ristanta.

KPK berupaya untuk mencegah penularan virus ini mulai dari penyemprotan disinfektan hingga tes kesehatan. Sejak pandemi, KPK menyesuaikan beberapa kebijakan di Rumah Tahanan. Kini keluarga tahanan bisa mengirimkan vitamin dan suplemen setiap hari. Jam wajib olahraga diperpanjang.

Ristanta menjelaskan, kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) membuat pertemuan tatap muka harus dibatasi, bahkan dilarang.

Namun KPK tetap menjaga agar hak tahanan tetap terpenuhi. Keluarga, termasuk kuasa hukum, bisa bertemu setiap Selasa dan Kamis. Namun dilakukan lewat aplikasi Zoom, sesuai ketentuan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham.

"Semua ini kami lakukan bukan untuk menghambat kepentingan para tahanan dan kerabatnya. Tapi demi kesehatan dan keselamatan bersama," Ristanta menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top