Menkes Sebut Testing Corona Kita Tidak Tepat Sasaran

publicanews - berita politik & hukumMenkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyoroti upaya testing Corona. Menurutnya, mengutip WHO, mengatasi pandemi tak terbatas pada upaya vaksinasi maupun soal rumah sakit.

"Sebenarnya itu tadi, kita setiap hujan sibuk ngepel, padahal bocornya enggak pernah ditambel," ujar Budi, bertamsil, dalam Dialog Warga 'Vaksin & Kita' Komite Pemulihan Ekonomi dan Transformasi Jabar', Jumat (22/1).

Budi menegaskan pentingnya perubahan protokol kesehatan pasca-pandemi dan sebelum pandemi. "Sama kayak dulu tuh ada jet nabrak twin tower di Amerika, jebret. Saya kan naik pesawat sering, itu berubah kan protokol naik pesawat (sekarang)," ia menambahkan.

Seperti halanya manusia bisa beradaptasi dengan perubahan protokol transportasi udara, seharusnya protokol kesehatan setelah pandemi pun harus dijalankan dengan tertib.

Budi juga menyoroti mengenai testing Corona yang menyasar kepada pihak yang itu-itu saja. Satu orang bisa dites sampai berkali-kali dan masuk hitungan testing. Seseorang bisa dites 5 kali sepekan.

"Kita tuh enggak disiplin. Cara testingnya salah. Testingnya banyak, tapi kok naik terus. Habis, dites orang kayak saya. Setiap kali mau ke Presiden dites, (ke) Presiden dites. Barusan saya di-swab. Seminggu bisa 5 kali swab karena masuk Istana. Emang bener gitu? Testing kan nggak gitu harusnya kan," mantan Dirut Bank Mandiri itu menjelaskan.

Menurutnya, testing epidemiologi ditujukan pada orang yang diduga tertular Covid-19 bukan terhadap orang yang setiap kali dites seperti dirinya. "Bukan Nanti 5 kali (dites), standar WHO kepenuhi tuh, 1 per 1.000 per minggu, tapi nggak ada gunanya testingnya secara epidemiologi. Yang dites tuh orang yang suspek," katanya.

Ia juga mempersoalkan keberadaan Puskesmas yang bukan di bawah Kemenkes. Hal itu berkaitan dengan pelaksanaan 3T. Ia melihat sangat complicated karena terkait dengan pemerintah setempat di era otonomi daerah. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top