Naskah UU Cipta Kerja Kembali Berubah, BMI: Sungguh Memalukan

publicanews - berita politik & hukumSuasana rapat Badan Legislatif (Baleg) DPR dalam memutuskan pembahasan RUU Omnibuslaw Law Cipta Kerja. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Publik kembali ramai dengan berubahnya jumlah halaman naskah UU Cipta Kerja, dari sebelumnya sebanyak 812 halaman menjadi 1.187 halaman.

Ketua Umum Bintang Muda Indonesia (BMI) Farkhan Evendi menilai hal tersebut memperlihatkan buruknya proses legislasi.

"Harusnya pemerintah dan partai pendukungnya di DPR malu dengan semua ini," kata Farkhan dalam rilisnya, Senin (26/10).

Menurutnya, mereka mempertontonkan cara pengelolaan negara yang sangat buruk. "Bahkan sebuah UU, halamannya bisa naik turun walau sudah diketok, sungguh memalukan," ia menegaskan.

Menurut Farkhan, Presiden harusnya paham bahwa kekacauan ini bukan sekadar tentang komunikasi publik dari pemerintah yang buruk, seperti yang dikeluhkan Jokowi.

"Jika kita ikuti prosesnya, rasanya sulit untuk tidak menyebut bahwa UU ini buruk dari mulai proses pembentukannya hingga subtansinya," ujar ketua organisasi sayap pemuda Partai Demokrat itu.

Dari semua kekacauan ini, Farkhan menambahkan, bisa menjadi penyebab lunturnya kewibawaan eksekutif jika UU ini tetap disahkan. Bahkan bisa juga berujung pada hancurnya marwah legislatif dan yudikatif.

BMI juga mengingatkan situasi chaos informasi ini bisa menimbulkan kegaduhan yang berkepanjangan. Apalagi kalau rakyat terus disuguhi perubahan dan perbedaan naskah yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

"Jika terus seperti ini, mengembalikan kepercayaan publik terhadap Pemerintah akan semakin sulit," Farkhan menandaskan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Anak Gaul @gakasikah30 Oktober 2020 | 06:37:46

    Betul. Memalukan.

Back to Top