Kagama UGM Minta Politikus Demokrat Tidak Politisasi Penangkapan Mahasiswa

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi aksi mahasiswa di bundaran UGM, Yogyakarta. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Yogyakarta - Politikus Partai Demokrat Rachlan Nashidik dimita tidak mempolitisir pernyataan sikap Pengurus Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Komisariat Fakultas Filsafat.

"Kami meminta agar tidak mempolitisir dan mendistorsi sikap KAGAMA Filsafat. Concern kami sesuai dengan isi pernyataan sikap kami. Tidak lebih dan tidak kurang," akun @kagamafilsafat mencuit, Kamis (22/10).

Kemarin, mantan Wakil Sekjen Partai Demokrat Rachlan nimbrung mengomentari rilis kagama dengan menautkannya kepada Presiden Joko Widodo, Menko Polhukam Mahfud MD, dan Kepala BIN Budi Gunawan.

"Pak @jokowi, Pak @mohmahfudmd, Pak Budi Gunawan, ini seruan dan protes dari Bulak Sumur. Kian banyak kasus serupa terjadi pada pihak yang menggunakan hak konstitusionalnya untuk berpendapat. Sejarah akan mencatat Anda membiarkan kekejaman ini kecuali Anda semua menyetopnya," Rachlan mencuit, semalam.

Sebelumnya dalam rilis bertajuk Pernyataan Sikap itu Kagama Fakultas Filsafat menyoroti tuduhan terhadap mahasiswa Filsafat UGM Azhar Jusardi Putra sebagai penggerak demo rusuh di Yogyakarta pada Kamis (8/10) lalu.

Pernyataan Kagama Filsafat UGM itu ditandatangani Ketua Umum Achmad Charris Zubair, Ketua Harian Sahanuddin Hamzah, dan Sekretaris Umum Danang Ardianta, pada Rabu kemarin.

Kagama juga menyesalkan doxing terhadap Azhar dengan cara mempublikasi identitas atau informasi pribadi tanpa persetujuan pemiliknya.

"Penyebaran konten tersebut secara vulgar menyebutkan nama lengkap, fakultas dan angkatan kuliah, Nomor Induk Mahasiswa, daerha asal, foto wajah, serta dorongan untuk mengambil sikap keras atas yang bersangkutan," ujarnya.

Konten berupa foto, video, hingga data diri Azhar telah tersebar di WhatsApp dan diunggah akun Instagram @sewordofficial_ serta akun Twitter @demoanarki dan @NCI4NKRI.

Dalam pernyataan sikap, Kagama menyampaikan 6 poin. Antara lain mengecam tindakan tersebut dan meminta jaminan keamanan dan keselamatan Azhar Jusardi Putra dan keluarganya.

Kagama mendukung pengusutan secara objektif, transparan, dan adil hingga tuntas atas kerusuhan di Malioboro saat aksi penolakan Undang-undang Cipta Kerja. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top