Wapres Ma'ruf Amin Berseberangan dengan Jokowi Soal Pilkada

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo berbincang dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, sebelum pelantikan wakil menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, 25 Oktober 2019. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pilkada serentak 2020 diwarnai fenomena menarik yaitu anak presiden dan wakil presiden ikut mencalonkan diri sebagai walikota. Laga mereka menjadi orang nomor satu di birokrat kota dalam situasi pagebluk Covid-19.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pun berbeda pandangan mengenai pemilihan kepada daerah (pilkada) yang serentak dilakukan di 270 daerah pada 9 Desember mendatang itu.

Jokowi bergeming, pilkada tetap harus dijalankan meski desakan untuk menunda riuh disampaikan. Presiden beralasan bahwa tak ada yang bisa memprediksi kapan berakhir pandemi.

Pilkada demi menjaga hak konstitusi rakyat, hak dipilih dan hak memilih. Di banyak negara juga tak menunda ajang pesta demokrasi. Demikian disampaikan Istana lewat Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman.

Jajaran pemerintah satu suara termasuk dari koalisi parpol pendukung. Mereka menilai klaster baru Covid-19 dapat dicegah melalui penerapan protokol kesehatan. Kampanye pun disarankan secara daring. Andaikan tatap muka hanya dibatasi 50 peserta. Tidak ada lagi suasana hingar bingar dan kesemarakan panggung hiburan dalam pesta demokrasi kali ini.

Namun, mendadak suara beda disuarakan orang nomor dua di negeri ini, Wapres Ma'ruf Amin. Ia menyatakan sebaiknya pilkada ditunda. Ia pun menyebutkan pihak yang menghendaki tetap digelar hajatan coblosan di tengah wabah adalah petahana.

Pernyataan Ketua Umum nonaktif Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menjawab pertanyaan pewancara Najwa Shihab, Rabu (21/10). Pemilik acara Mata Najwa itu awalnya melontarkan pertanyaan berkaitan dengan anak dan menantu pejabat ikut gelaran Pilkada apa layak ditunda.

Najwa pun mengaitkan pencalonan anak Ma'ruf Amin bernama Siti Nur Azizah yang mencalonkan diri menjadi Walikota Tangerang Selatan berpasangan dengan Ruhama Ben.

Menurut Ma'ruf Amin, pihak yang memaksakan tetap berlangsung pilkada adalah para petahana. Sedangkan Siti bukanlah incumbent.

"Saya kira kalau saya lebih baik ditunda. Sebab anak saya kan bukan incumbent. Yang berkepentingan tidak ditunda itu kan incumbent," kata Maruf, dikutip dari kanal Youtube Najwa Shibab.

Menurut Ma'ruf Amin, beda halnya jika yang dihadapi anaknya bukan petahana. "Sebenarnya mungkin lebih baik kalau lawannya tidak incumbent, jadi saya kira tidak ke sana (dilanjutkan)," ujarnya.

Wapres pun menepis pencalonan Siti sebagai walikota merupan hasrat orangtua. "Saya tidak mendorong anak saya untuk jadi Walikota. Saya juga tidak punya partai. Saya masuk jadi wapres juga bukan karena saya anggota partai," kata Ma'ruf Amin.

"Jadi saya memang tidak bisa melarang anak saya dan siapa saja untuk mencalonkan diri," ia menambahkan.

Anak Ma'ruf Amin akan melawan Pasangan Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. Rahayu merupakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dan keponakan Prabowo Subianto. Muhamad adalah sekretaris daerah (Sekda) Kota Tangsel. 

Siti juga berhadapan dengan Pilat Saga Ichsan kerabat mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang berpasangan dengan Wakil Walikota Tangsel sejak 2011 Benyamin Davnie.

Pasangan Siti, Ruhama Ben sebenarnya masuk lingkaran satu pemda karena jabatan terakhir sebagai Direktur Keuangan PT. Pembangunan Investasi Tangerang Selatan, sebuah Badan Usaha Milik Daerah Tangerang Selatan, Banten. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top