Papua

Mahfud MD: Ada Keterlibatan Aparat dalam Penembakan Pendeta Yeremias

publicanews - berita politik & hukumMenko Polhukam Mahfud MD. (Foto: Dok. Humas Polhukam)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pemerintah meminta Polri dan Kejaksaan menyelesaikan kasus penembakan terhadap pendeta Yeremia Zanambani (68) di Intan Jaya, Papua. Permintaan itu meyusul hasil penyelidikan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya yang telah menyelesaikan investigasi pada 1-17 Oktober.

Hasil Tim Lapangan TGPF Intan Jaya yang diketuai Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto menyimpulkan bahwa ada dugaan keterlibatan oknum aparat yang menewaskan Pendeta Yeremia pada 19 September 2020 tersebut.

"Info dan data yang didapat tim menunjukkan dugaan keterlibatan oknum aparat," kata Menko Polhukam Mahfud MD saat menggelar konferensi pers, Rabu (21/10).

Pendeta di Intan Jaya Tertembak

Mahfud dalam kasus pidana maupun administrasi negara yang menyangkut tindak kekerasan atau pembunuhan maka Polri dan Kejaksaan harus menyelesaikan kasus tersebut. "Tanpa pandang bulu," ia menegaskan.

Hasil investigas TGPF juga menyimpulkan bahwa pembunuhan dua anggota TNI diduga kuat dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)

Mengenai penembakan pendeta yang menerjemahkan Alkitab dalam bahasa Mori tersebut semula terjadi beda klaim antara TNI di satu sisi dengan keluarga dan KKB Papua. TNI menyebutkan penembakan diduga dilakukan KKB sebaliknya, pihak KKB menuding TNI menyusul aksi perampasan dua senjata milik militer Indonesia. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top