Desmond Minta Jokowi Copot Menkominfo, Nasdem Balik Serang Kinerja Prabowo

publicanews - berita politik & hukumMenteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Dua tokoh partai pendukung saling serang soal kinerja menterinya di Kabinet Jokowi. Ketua DPP Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago menyerang balik Wakil Ketua Fraksi Gerindra Desmond J Mahesa yang mendesak Presiden Joko Widodo mencopot Menkominfo Johnny G Plate.

"Desmond suka 'asbun'. Desmond enggak boleh bicara kayak gitu," kata Irma kepada wartawan, Senin (19/10). Ia pun mempertanyakan balik apa yang sudah dikerjakan Pabowo dari Gerindra sebagai Menteri Pertahanan.

"Kalau mau bicara fakta, kita juga lihat dong apa sih yang dilakukan oleh menterinya Gerindra? Apa yang dilakukan oleh Pak Prabowo, misalnya, dalam situasi politik memanas seperti hari ini sebagai Menteri Pertahanan," ia menambahkan.

Irma juga menyinggung daftar perusahaan yang dimiliki politikus Partai Gerindra dan diloloskan sebagai eksportir benih lobster. Ia meminta Gerindra berkaca sebelum mengomentari menteri dari partai lain. "Kita ini di satu kabinet, sebaiknya jangan saling mengganggu, enggak baik," ujarnya.

Menurut Irma membandingkan Menkoinfo dengan Menteri Penerangan Harmoko di era Orde Baru tidaklah tepat. Ia menegaskan zamannya berbeda termasuk persoalan dan penugasan yang diberikan presiden.

"Menkominfo itu hari ini bertugas mengawasi berita-berita hoax, kemudian bagaimana blank spot di seluruh daerah, kemudian apa kebutuhan-kebutuhan masyarakat terkait komunikasi publikasi informasi. Jadi jangan samain seperti zaman era Soeharto dulu," kata Irma.

Desakan pencopotan Sekjen Partai Nasdem dari kursi Menkominfo disampaikan Desmond karena dinilai komunikasi publik yang buruk. "Pertama kalau harus dipecat dan diganti itu Menteri Kominfo gitu loh," ujarnya.

Menurut Wakil Ketua Komisi III DPR itu, Johnny tidak paham demokrasi sehingga menjerumuskan dan membuat citra Presiden Jokowi tidak baik. "Ya Covid awal aja sudah komunikasinya jelek kan, tambah UU Cipta Kerja yang ini juga jelek. Masalah vaksin ini jelek... ya kesimpulannya ketegasan Pak Jokowi," katanya.

Dalam rapat kabinet terbatas, siang tadi, Jokowi mengingatkan pentingnya komunikasi publik dalam rangka vakisinasi Covid-19 agar tidak terjadi kesalahpahaman seperti pada kasus penolakan UU Cipta Kerja. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top