Polisi Jelaskan Peran Ketiga Tokoh KAMI yang Jadi Tersangka

publicanews - berita politik & hukumKadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono. (Foto: tribratanewspolri.go.id)
PUBLICANEWS, Jakarta - Polri menjelaskan peran tiga petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jumhur Hidayat, Anton Permana, dan Syahganda Nainggolan. Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Jumhur diduga menyebarkan ujaran kebencian lewat akun Twitternya.

"Dia menulis salah satunya, ‘UU memang untuk primitif, investor dari RRC dan pengusaha rakus'. Ini ada di beberapa tweet-nya," kata Argo kepada wartawan di kantornya, Kamis (15/10).

Jumhur terancam Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45A ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan hukuman penjara maksimal 10 tahun.

Adapun Anton Permana diduga menyebarkan konten negatif lewat Facebook serta Youtube. Salah satu unggahannya menyinggung multifungsi Polri yang dinilai melebihi dwifungsi ABRI. Selain itu menyinggung UU Cipta Kerja.

"Juga ada ‘disahkan UU Ciptaker, bukti negara ini telah dijajah’. Kemudian juga ‘negara sudah tidak kuasa lindungi rakyatnya’ dan ‘negara dikuasai oleh cukong VOC gaya baru," ujar Argo.

Polisi menjerat Anton dijerat Pasal 45A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 UU ITE dan Pasal 14 ayat 1, ayat 2, dan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 207 KUHP.

Sementara untuk Syahganda, polisi menduga ia mengunggah foto disertai narasi yang tidak sesuai ke akun Twitternya. Motifnya untuk mendukung peserta aksi.

"Salah satunya ‘menolak omnibus law, mendukung demonstrasi buruh, turut mendoakan berlangsungnya demo buruh’," kata Argo.

Syahganda pun dijerat Pasal 14 ayat 1, ayat 2, dan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Ancaman hukumannya 6 tahun penjara.

Saat ini, polisi menempatkan ketiganya di Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri tanpa ada penangguhan penahanan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top