Lima Deklarator KAMI Jadi Tersangka, 3 Orang Masih Diperiksa

publicanews - berita politik & hukumPara deklarator KAMI di Jakarta. (Foto: Media Sosial)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mabes Polri menangkap 8 orang pimpinan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Sebanyak lima orang kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

Lima tersangka meliputi Ketua KAMI Sumatera Utara Khairi Amri, Juliana, Devi, l Wahyu Rasari Putri, dan tokoh KAMI Jakarta Kingkin Anida.

"Yang lain masih dalam pemeriksaan," kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Awi Setiyono di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/10).

Ketiga unsur pimpinan KAMI yang masih diperiksa yaitu anggota Komite Eksekutif KAMI Syahganda Nainggolan, deklarator dan anggota Komite Eksekutif Jumhur Hidayat, dan deklarator Anton Permana.

Awi membenarkan penangkapan mereka terkait dengan demo omnibus law UU Cipta Kerja yang berakhir anarkis pada pekan lalu. "Patut diduga mereka-mereka itu tadi memberikan informasi yang menyesatkan, berbau SARA, dan penghasutan-penghasutan itu. Kalau rekan-rekan ingin membaca WA-nya ngeri," Awi menjelaskan.

Menurutnya, pantas bila di lapangan terjadi anarki. "Bila tidak paham betul akan tersulut. Ketika direncanakan sedemikian rupa, untuk membawa ini-itu untuk melakukan perusakan semua terpapar jelas di WA," ujar mantan Kabid Humas Polda Metrio Jaya itu.

Awi menjelaskan, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dikenakan Pasal 45 A ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2014 tentang ITE dan atau Pasal 160 KUHP tentang penghasutan dengan ancaman hukuman 6 tahun.

Kedelapan orang yang ditangkap sejak Minggu hingga Selasa siang, sebagian besar diduga karena menyebarkan berita bohong mengenai UU Cipta Kerja dan menyudutkan pemerintah. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top