Jokowi dan Ma'ruf Undang Gubernur Bahas UU Cipta Kerja

publicanews - berita politik & hukumPresiden Joko Widodo dan Wakil Presdien Ma'ruf Amin dalam rapat kabinet sebelum pandemi Covid-19. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Presdien Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Jumat (9/10) pagi ini, mengadakan pertemuan secara virtual membahas Undang-undang Cipta Kerja. Beleid tersebut mendapat penolakan massa di berbagai wilayah Indonesia.

Dikutip dari laman wapres.go.id, rapat dimulai pukul 09.30 WIB. Wapres berada di rumah dinas di Jakarta Pusat, sedangkan Presiden Jokowi dari Istana Bogor. "Semua Gubernur diundang," kata Juru bicara Wapres Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi, Jumat (9/10).

Namun, dalam rapat ini hanya lima gubernur yang diberi kesempatan berbicara. "Yang dikasih kesempatan lima, Lampung, Jabar, Jateng, Kalbar, dan Sulsel," ia menambahkan.

Hingga saat ini Jokowi belum nemberikan tanggapan mengenai pengesahan UU Cipta Kerja. Demikian pula Ma'ruf Amin yang masih menjabat Ketua Umum non aktif Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut.

Pernyataan sikap MUI justru telah disampaikan Sekretaris Jendera Anwar Abbas yang menyesalkan dan prihatin karena Pemerintah dan DPR tidak merespon dan mendengarkan aspirasi penolakan RUU Cipta Kerja.

"Sejumlah ormas Islam dan elemen bangsa lainnya sudah membuat pernyataan sikap menolak UU tersebut," ujar Anwar Abbas melalui Taklimat MUI terkait UU Cipta Kerja, Kamis kemarin.

Anwar mengatakan, MUI secara tegas menolak beleid tersebut karena lebih berpihak kepada pengusaha dan investor asing. Ia menegaskan keberadaan UU Cipta Kerja bertolak belakang dengan Pasal 33 ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top