Wapres Ma'ruf Amin Memaafkan Pengunggah Kolase 'Kakek Sugiono'

publicanews - berita politik & hukumMa'ruf Amin yang menjabat Rais 'Aam PBNU mengadakan jumpa pers terpilih sebagai calon Wapres dalam Pilpres 2019 di gedung PBNU, Jakarta, 9 Agustus 2019. Kamis (9/8). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin telah memaafkan Sulaiman Marpaung, pengunggah fotonya bersama bintang porno Jepang 'Kakek Sugiono'. Pemberian maaf ini atas dasar kemanusian.

"Kiai Ma'ruf sudah memberi maaf, nggak ada masalah," ujar Juru Bicara Wapres Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi, kepada wartawan, Minggu (4/10).

Baidlowi berharap polisi mengedepankan langkah-langkah kemanusiaan kepada pelaku yang merupakan salah satu ketua MUI di kecamatan di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara. "Menurut Kiai Ma'ruf dari sisi kemanusiaan artinya harus dipertimbangkan. Sudah dianggap cukuplah, efek jera sudah cukup, pertimbangan kemanusiaan saya kira juga penting," ia menambahkan.

Dalam kasus ini keputusan ada di tangan Bareskrim Mabes Polri. Termasuk bila terpaksa harus dilakukan pemenjaraan terhadap ayah empat anak itu. Baidlowi berharap dalam sehari atau dua hari ke depan sudah ada keputusan yang terbaik.

Sulaiman sudah diterbangkan ke Bareskrim Mabes Polri di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan sejak Jumat lalu. Penyesalan dan permintaan maaf disampaikan Sulaiman saat diberi kesempatan berbicara dengan media. Ia bahkan ingin mencium kaki Ketua Umum nonaktif MUI tersebut.

Sulaiman mengunggah foto Ma'ruf dan 'kakek Sugiono' menggunakan nama akun Facebook Oliver Leaman S. Ia berdalih nama samaran itu karena selama ini ia dipanggil sebagai Leman, kemudian ia terpengaruh nama pengarang buku berjudul 'Pemerintahan Akhir Jaman' yaitu Oliver Leman. "Saya tambahi S karena nama saya kan Sulaiman," ujarnya.

Mengenai latar hujatan dalam narasi foto tersebut, ia merasa kecewa dan tidak simpati sejak Ma'ruf Amin maju sebagai wakil presiden pada Pilpres 2019. "Karena menurut saya kalau ulama itu 'saya kurang apa?' Kalau dia bergabung ke politik atau bahkan menjadi salah satu calon..." ujarnya memberikan alasan.

Pria 37 tahun itu bertambah kesal saat menonton sebuah kanal YouTube yang membicarakan aliran musik K-Pop berkaitan dengan pernyataan Ma'ruf Amin. Ia menilai Ma'ruf tak pantas mengatakan aliran musik asal Korea itu menjadi inspirasi masyarakat Indonesia.

"Kalau pandangan saya, karena dia ulama, kiai dan Ketua MUI, saya rasa tidaklah sepantasnya dia mengucapkan itu. Itu aja. Inilah yang membuat saya apa sama beliau.. kurang inilah.. Karena saya dulu awalnya saya memang apa kali lah sama Ma'ruf Amin ini. Dia seorang ulama yang saya banggakan," katanya.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menjelaskan Sulaiman sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) dan Pasal 27 ayat (3) UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE. Ancaman hukuman 6 tahun penjara. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top