Napi Kabur

Ditjen PAS Luruskan Lima Pejabat Lapas Tangerang yang Dinonaktifkan

publicanews - berita politik & hukumKabag Humas dan Protokol Ditjen PAS Rika Aprianti. (Foto: Dok.Kemenkumham)
PUBLICANEWS, Jakarta - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) menonaktifkan lima pejabat Lapas Tangerang sebagai buntut kaburnya napi Cai Changpan.

Kabag Humas dan Protokol Ditjen PAS Rika Aprianti mengungkapkan kelima orang tersebut menjalani pemeriksaan atas dugaan membantu pelarian tetpidana mati kasus narkoba itu.

"Yang dinonaktifkan adalah Kepala Pengamanan Lapas dan juga komandan jaga pada saat bertugas," kata Rika saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (3/10).

Ia menegaskan, Ditjen PAS menonaktifkan 5 orang bukan 2 orang seperti pemberitaan sebelumnya. Kini kelimanya dipindahkan ke Kantor Wilayah Kemenkumham Banten.

"Itu untuk kepentingan pemeriksaan, bukan berarti yang bersangkutan itu terlibat. Itu kan masih dalam proses pemeriksaan," katanya.

Rika juga meluruskan soal identitas kepala pengamanan Lapas Tangerang yang dicopot. Informasi yang beredar berinsial S, namun faktanya bukan.

"Di situ (rilis polisi) inisial SS, sedangkan kepala pengamanan Lapas Tangerang itu bukan S insialnya, tapi MK," ia menandaskan.

Oleh karena itu, Rika meminta awak media mengkonfirmasi ulang perihal pejabat Lapas Tangerang berinisial S. "Yang disampaikan polisi inisial S dan S silakan ditanyakan langsung ke polisinya itu saya tidak tahu terkait atau tidak," katanya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebut ada dua petugas lapas diduga membantu terpidana mati itu kabur

"Ada indikasi sementara ini dua pegawai melakukan kelalaian, yang pertama adalah inisialnya S dia sipir lapas, kemudian satu lagi adalah inisialnya S dia PNS dari lapas ya," ujar Yusri kemarin.

Keduanya diduga membeli alat-alat untuk menggali lubang dari kamar sang napi, salah satunya pompa air. Keduanya belum ditetapkan tersangka.

"Kita mau gelarkan lagi untuk menentukan apakah yang bersangkutan bisa ditentukan sebagai tersangka," kata Yusri. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top