Jokowi Tekankan Lockdown Mini dan Persiapan Suntik Vaksin Corona

publicanews - berita politik & hukumPresiden Jokowi memberikan arahan dalam rapat terbatas bersama Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Senin (28/9). (Foto: YouTube/Sekretariat Presiden)
PUBLICANEWS, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengingatkan pentingnya intervensi berbasis lokal dalam mencegah penularan Covid-19. Kebijakan itu diartikan sebagai pembatasan bersifat mikro baik di tingkat desa, kampung, kantor, hingga pondok pesantren.

"Saya kira itu lebih efketif. Mini lockdown yang akan berulang itu akan lebih efektif. Jangan sampai kita generealisasi baik itu satu kota atau kabupaten atau tingkat provinsi yang akan merugikan banyak orang," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas bersama Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Rapat secara virtual itu disiarkan dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (28/9).

Kepala Negara juga menyinggung persiapan suntik vaksin corona yang akan segera dilakukan pemerintah. "Saya minta untuk rencana suntikan vaksin agar dibuat secara detail. Saya minta dalam dua minggu ini sudah ada perencanaan detail," ujar Jokowi.

Detail persiapan itu meliputi lokasi, pihak yang melakukan, hingga siapa yang divaksin pertama. "Sehigga ketika vaksin itu ada tinggal implementasi pelaksanaan," ia menambahkan.

Presiden juga menyampaikan telah mendapat laporan dari dari Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Menteri Kesehatan bahwa standar untuk pengobatan semuanya sudah mengacu pada standar yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan.

"Baik di ICU, di ruang isolasi maupun wisma karantina. Ini penting sekali sehingga kita harapkan angka kematian semakin menurun dan angka kesembuhan semakin lebih baik lagi," ujar Jokowi.

Pada awal membuka ratas tersebut, Jokowi menyampaikan data situasi penanganan Covid-19 di Tanah Air. Ia mengatakan rata-rata kasus aktif penderita Covid-19 di Indonesia sebesar 22,46 persen. Jumlah tersebut sedikit lebih rendah dari kasus dunia yang mencapai 23,13 persen. "Saya kira ini baik untuk terus diperbaiki lagi," Jokowi menjelaskan.

Angka rata-rata kematian dibanding bulan lalu menurun 3,77 persen dari 4,33. Menurut Jokowi, angka tersebut masih tingg dibanding rata-rata dunia, yaitu 3,01 persen. Sedangkan angka kesembuhan juga masih di bawah rata-rata dunia 73,85 persen yaitu 73,36 persen. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top