Kapitra Ampera Tuding Seruan KAMI Kibarkan Bendera Jelang 30 September Cari Simpati

publicanews - berita politik & hukumBendera Merah Putih. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Politikus PDIP Kapitra Ampera menilai seruan Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo untuk mengibarkan bendera merah putih menjelang 30 September sekadar mencari simpati.

"Dan sarat akan kepentingan politis, bukan karena kesadaran atas peristiwa penghianatan PKI," kata Kapitra saat dihubungi Publicanews, Minggu (27/9).

Menurut mantan pengacara Rizieq Syihab ini, KAMI menyebarkan ilusi hantu PKI di siang bolong. Ia mempertanyakan Gatot sejak menjabat KSAD hingga Panglima TNI tak pernah menangkap satu pun PKI.

"Apa yang disampaikan (Gatot Nurmantyo) hanya mempermalukan TNI," mantan Komisaris Bank Syariah Mandiri (BSM) itu menambahkan.

Kapitra, yang mundur dari BSM tapi kemudian jadi Komisaris BUMN PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, mengingatkan kewenangan atas pengaturan lambang negara menjadi domain pemerintah bukan individu atau kelompok masyarakat. Ia menegaskan hak untuk menentukan pengibaran dan penuruan bendera, termasuk pengibaran bendera setangah tiang bukan menjadi ranah publik.

Seruan pengibaran sang saka Merah Putih juga disampaikan Komite Eksekutif KAMI yang diteken oleh tiga orang, yaitu Ahmad Yani, Syahganda Nainggolan, dan Adhie Masardi, pada Jumat pekan lalu.

"KAMI menyerukan seluruh pemuka umat beragama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu) untuk menyampaikan pesan pengibaran bendera setengah tiang pada 30 September dan pada 1 Oktober melakukan pengibaran bendera satu tiang penuh,” begitu bunyi seruan tersebut.

Dalam surat terbukanya KAMI menilai bahwa masyarakat dalam kondisi mengkhawatirkan karena intimidasi dan provokasi serta adudomba yang mirip terjadi pada era 60-an. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top