Film G30S/PKI 'Mubah', Mahfud MD: Nonton Kapan Saja Boleh

publicanews - berita politik & hukumMenko Polhukam Mahfud MD bersama Dankormar Mayjen TNI Suhartono di Mako Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (29/7). (Foto: Antara).
PUBLICANEWS, Jakarta - Menko Polhukam Mahfud MD ikut menanggapi polemik soal film Pengkhianatan G30S/PKI. Bahkan tagar #G30SPKI trending di linimasa Twitter sejak kemarin.

Mahfud mempertanyakan kenapa publik mesti meributkan film lawas itu. Ia menegaskan pemerintah tidak pernah melarang pemutaran film berisi pembunuhan pahlawan revolusi itu.

"Tdk ada yg melarang nonton atau menayangkan di TV. Mau nonton di Youtube jg bisa kapan sj, tak usah nunggu bln September," Mahfud MD mencuit melalui akun @mohmahfudmd, Minggu (27/9).

Mantan Menteri Pertahanan di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu bahkan menceritakan ia baru saja menonton film karya Sutradara Arifin C Noor tersebut. "Semalam sy nonton lg di Toutube. Dulu Menpen Yunus Yosfiyah jg tak melarang tp tdk mewajibkan," Mahfud menambahkan.

Menanggapi seorang warganet yang menyebutkan pemerintah sebaiknya tidak usah menanggapi keributan pemutaran film tersebut, Mahfud mengatakan pemerintah tidak melarang atau pun mewajibkan pemutaran film yang diproduksi di era Orde Baru itu.

"Kalau pakai istilah hukum Islam 'mubah'. Silakan saja utk tv-tv (termasuk TVRI) mau tayang atau tdk, juga terggantung kontraknya dgn pemegang hak siar sesuai pertimbangan rating dan iklannya sendiri2," ujar Guru Besar Ilmu Hukum UII Yogyakarta tersebut.

Namun pemakaian istilah 'mubah' dikomentari warganet. Ia menyebutkan lebih mendekati kata 'sunah' karena pemerintah tidak mewajibkan tapi juga tidak melarang. "Kecuali kl statemen prof, pemerintah tidak melarang tp tdk juga menyarankan," pemilik akun pencarikeadilan mencuit. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top