Ahok Kisahkan Menolak Diungsikan ke Pulau Saat Aksi 411

publicanews - berita politik & hukumBasuki Tjahaja Purnama. (Foto: YouTube/Panggil Saya BTP)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengisahkan hari-hari di tengah aksi massa dalam kasus penodaan agama pada akhir 2016. Ahok menyampaikan hal itu dalam perbincangan di Makna Talks yang dipandu Iyas Lawrence.

"Ngomongnya nanti salah lagi saya," ujar Ahok sebagiamana dikutip dari kanal YouTube Ahok, 'Panggil Saya BTP', Sabtu (8/8).

Ahok yang didemo karena frasa 'dibohongi Surat Al Maidah' itu mengatakan sempat akan diungsikan ke sebuah pulau di tengah aksi 411 pada 4 November 2016.

"Jujur aja gitu ya, waktu terjadi demo segala macam, saya di rumah betul-betul saya bisa tidur. Memang ada aparat (mengatakan), saya harus diungsikan waktu itu. Ada ibu saya, semua (istri dan anak)," ujar suami Puput Nastiti Devi itu.

Ahok menolak saran diterbangkan ke suatu pulau. "Ini minta maaf saja ya kalau sampai ada orang rencana mau bunuh saya pun, justru dibawa ke pulau ke tempat itu, enggak ada orang yang tahu, lebih gampang bunuh saya. Udah gitu berita bisa enggak ada kan," ujar Ahok mengenang situasi saat itu.

Ia mendengarkan ibunya Buniarti Ningsih, yang meminta agar Ahok sekeluarga tetap tinggal di rumah. "Saya bilang sama mereka, saya enggak mau pergi. Dia bilang nanti bisa serbu masuk ke dalam rumah. Ya itu kan tugas kalian menjaga di depan. Kalau kalian takut ya tinggalin aja," kata Ahok.

Mantan politikus Golkar itu berpandangan lebih baik mati tetapi tetap di rumah. "Saya lebih baik mati di rumah satu keluarga, itu beritanya masih ada orang tahu. Terbunuh di rumah. Rumah saya dibakar, dikeroyok, masih ada orang tahu," ia menambahkan.

Komisaris Utama Pertamina itu berpikiran bahwa diungsikan ke suatu tempat justru membahayakannya sendiri. Ia sadar bahwa persoalan yang berkembang terkait dengan keyakinan. "Kalau saya diungsikan dengan helikopter ke pulau, ke mana, lalu kalian kalau ada oknum yang bunuh saya, ini kan perang ideologi kan, ini kan soal keyakinan. Kalau sudah keyakinan kan susah mau megang siapa, gitu," katanya.

Ahok bersikukuh tetap bertahan di rumah bersama keluarganya. "Ibu saya bilang 'apapun terjadi, kita dalam rumah, jangan keluar. Mau mati terbunuh pun, dalam rumah aja matinya'. Supaya dunia akan mencatat kan. Kalau kamu hilang nggak ada yang tahu lho. Bisa fitnah macam-macam. Bisa bilang kamu kabur, bisa bilang kamu tenggelam, macam-macam versinya," Ahok menambahkan.

Aksi Bela Islam 411 disusul 212 dan demo-demo lainnya diprakarsai Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI). Pendemo mendesak Ahok dicopot sebagai gubernur dan diadili karena dianggap melakukan penodaan agama. Ahok kemudian divonis dua tahun dalam sidang pada 9 Mei 2017. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. WE_A @WandiAli09 Agustus 2020 | 13:40:54

    Ya prinsip memang harus dipegang. Contoh yg dilakukan oleh ahok terbukti yg terbaik.

Back to Top