Pernyataan Erick Thohir Dipelintir Seolah Menolak Suntik Vaksin Corona

publicanews - berita politik & hukumMenteri BUMN dalam suatu wawancara dengan Kumparan. (Foto: tangkapan layar YouTube)
PUBLICANEWS, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan tidak etis jika ia menjadi relawan dalam uji klinis vaksin Sinovac. Ia lebih memilih divaksin belakangan, tetapi bukan karena takut disuntik vaksin asal Tiongkok tersebut.

Pernyataan Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional tersebut mengundang kontroversi. Menurut loyalis Jokowi, Abi Rekso Panggalih, pernyataan Erick telah banyak dipelintir.

Abi mengatakan wawancara pemilik Mahaka Group tersebut telah dipotong dalam satu menit dan ditafsirkan sesuai kepentingan tertentu. Menurut Abi, pernyataan Erick dalam konteks bahwa vaksin itu diutamakan untuk rakyat.

"Dia justru mempertaruhkan nama baiknya di depan rakyat Indonesia. Menteri Erick bukan saja bertanggung jawab penuh kepada Presiden Jokowi. Tetapi juga mempertaruhkan reputasi dan kredibilitas dirinya kepada publik luas," kata pegiat media sosial itu, Sabtu (8/8).

Bila ada penafsiran Menteri Erick tidak berani suntik vaksin yang masih dalam tahap uji klinis tahap ketiga itu, ia menambahkan, berarti telah mengecilkan kerja-kerja nyata rakyat Indonesia dalam melawan Covid-19.

Kemarin, dalam suatu wawancara Erick mengatakan tengah mencari 1.620 relawan untuk uji coba klinis tahap III vaksin Corona asal Tiongkok itu. Erick kemudian ditanya apakah ia bersedia menjadi salah satu relawan.

"Kayaknya gak etis kalau saya. Lebih baik relawan-relawan yang sesuai dengan prototype yang sedang dicari. Bukannya saya takut disuntik ya. Sebagai Menteri BUMN lebih baik belakangan, setelah rakyatnya disuntik," kata mantan pemilik Klub Inter Milan itu.

Ia menjelaskan bahwa sebagai perwakilan dari Kementerian BUMN, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga telah mendaftarkan diri untuk menjadi relawan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Iis_osya @iis_osya09 Agustus 2020 | 13:30:59

    Daripada dipelintir, buktikan sj pak mentri... Selesai urusannya.

Back to Top