Calon Taruni Terbaik Akpol Gagal Lolos Karena Positif Covid-19

publicanews - berita politik & hukumCalon taruna/taruni Akpol 2020. (Foto: jambione.com)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menanggapi polemik calon taruni Akademi Kepolisian (Akpol) 2020 yang gagal lolos karena positif Covid-19. Argo menegaskan, penerimaan calon anggota Polri seperti taruna/taruni Akpol di masa pandemi harus mengedepankan protokol kesehatan.

"Panitia seleksi sebelum pelaksaan tes dilakukan penyumpahan, dan panitia seleksi bidang kesehatan menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di setiap perwakilan daerah,” kata Argo dalam rilisnya, Sabtu (8/8).

Seleksi masuk Akpol tahun ini mensyaratkan harus terbebas dari Covid-19. Hal itu dinyatakan dengan hasil swab oleh gugus tugas dan RS Bhayangkara serta IDI.

Argo mengatakan Polri merasa kehilangan calon taruni 2020 terbaik lantaran dinyatakan positif Covid-19. Calon taruni tersebut mendapat ranking teratas di bidang akademis. Polri mendoakan dan membuka peluang selebar-lebarnya untuk yang bersangkutan mencoba kembali tahun depan.

"Polri merasa kehilangan peserta terbaik seleksi untuk menjadi Polisi. Namun tidak bisa dipungkiri karena salah satu syarat utama adalah bebas Covid-19," katanya.

Kasus gagal calon taruna/taruni Akpol tidak hanya terjadi di Polda Kepulauan Riau, melainkan juga di Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Timur.

"Ada yang dipulangkan karena hasil swab positif. Kalau tetap dipaksakan diberangkatkan seleksi di Pusat, dikhawatirkan akan mempengaruhi peseta yang lain untuk tertular Covid-19," Argo menjelaskan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. de'fara @shahiaFM09 Agustus 2020 | 13:21:49

    Apa boleh buat... semoga thn depan bisa masuk apol.

    Aamiin.

Back to Top